Pemprov DKI Kembali Gelar Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng Pekan Depan
Acara budaya tahunan tersebut akan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 April 2026, di Lapangan Banteng.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Lebaran Betawi pada tahun 2026. Acara budaya tahunan tersebut akan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 April 2026, di Lapangan Banteng, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda budaya penting yang rutin digelar usai perayaan Hari Raya Idulfitri sebagai wadah mempererat silaturahmi masyarakat, khususnya warga Betawi.
Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, menjelaskan bahwa Lebaran Betawi menjadi wadah akbar halalbihalal setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Menurutnya, meskipun terdapat sejumlah penyesuaian karena kondisi global yang masih memerlukan keprihatinan serta efisiensi anggaran, pelaksanaan acara tetap akan berlangsung dengan khidmat.
"Meski ada beberapa pengurangan akibat dunia saat ini tengah dalam keprihatinan dan efisiensi anggaran, Lebaran Betawi tetap akan kita gelar secara khidmat tanpa mengurangi subtansi dan semangat silaturahmi untuk memperkuat persatuan," ujar Ali dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).
Tradisi yang Sudah Berjalan 18 Tahun
Ali mengatakan, Lebaran Betawi merupakan agenda budaya sekaligus tradisi masyarakat Betawi setelah Idulfitri yang telah terselenggara selama 18 tahun.
Karena itu, momentum ini dinilai bukan sekadar ajang halalbihalal, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat konsolidasi dan kebersamaan masyarakat Betawi.
Selain itu, pemilihan Lapangan Banteng sebagai lokasi acara juga mempertimbangkan nilai sejarah yang melekat pada kawasan tersebut.
“Selain sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kegiatan Lebaran Betawi 2026 digelar di Lapangan Banteng juga mempertimbangkan aspek historis lokasi. Dinilainya, Lapangan Banteng merupakan salah satu ikon landmark dan historis perkembangan Jakarta,” terangnya.
Diisi Kegiatan Sosial dan Masyarakat Diundang Meramaikan
Lebih lanjut, Ali menjelaskan bahwa rangkaian acara juga akan diisi dengan aksi sosial berupa santunan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga membawa manfaat sosial bagi masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Ali turut mengundang masyarakat luas untuk meluangkan waktu dan hadir meramaikan perhelatan budaya tahunan itu.
Menurutnya, pelaksanaan acara di Lapangan Banteng yang memiliki nilai historis tersendiri diharapkan dapat menambah antusiasme masyarakat.
"Apalagi kegiatan dilaksanakan di Lapangan Banteng yang memiliki historis. Kami berharap masyarakat bisa hadir meramaikan," tandasnya.