Pemkot Palu Tegaskan Trivia: Kekayaan Literasi Mahasiswa Kunci Hadapi Arus Informasi Digital
Pemerintah Kota Palu menegaskan kekayaan literasi mahasiswa adalah fondasi penting untuk meningkatkan kualitas intelektual. Mengapa literasi menjadi kunci di tengah derasnya informasi digital?
Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali menekankan urgensi penguasaan literasi bagi kalangan mahasiswa. Hal ini disampaikan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas intelektual individu serta mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman. Mahasiswa, sebagai agen perubahan, diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan luas, tetapi juga kemampuan literasi yang kuat untuk menyaring dan memahami informasi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, dalam sebuah seminar literasi dan inspirasi yang diselenggarakan mahasiswa UIN Datokarama di Palu, Minggu, menegaskan pentingnya hal ini. Menurutnya, literasi bukan sekadar aktivitas membaca dan menulis, melainkan sebuah "pintu pengetahuan" yang menjembatani pemahaman intelektual. Ini adalah bekal utama dalam membangun peradaban yang lebih maju dan berdaya saing.
Seminar ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali peran krusial literasi di era digital yang serba cepat. Dengan literasi yang mumpuni, mahasiswa diharapkan mampu berpikir kritis, mengasah kepekaan sosial, serta menjadi garda terdepan dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar. Inisiatif mahasiswa UIN Datokarama dalam menyelenggarakan acara ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemkot Palu.
Literasi: Pintu Pengetahuan dan Filter Informasi Digital
Literasi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Hardi menjelaskan bahwa "Dalam literasi tersimpan kekuatan untuk membentuk karakter, menumbuhkan daya kritis, sekaligus mengasah kepekaan sosial generasi muda." Ini menunjukkan bahwa literasi adalah fondasi penting dalam pembentukan pribadi yang utuh dan bertanggung jawab.
Di tengah banjirnya informasi di era digital, literasi berperan sebagai filter utama. Kemampuan ini memungkinkan individu, khususnya mahasiswa, untuk menyaring informasi yang akurat, berpikir jernih, dan bertindak bijak. Tanpa literasi yang kuat, seseorang akan mudah tersesat dalam disinformasi dan hoaks yang dapat menyesatkan.
Selain itu, literasi juga berkontribusi pada pengayaan kosakata, optimalisasi kinerja otak, serta pembentukan karakter dan budi pekerti yang baik. Termasuk di dalamnya adalah kemampuan untuk menghargai kebudayaan sendiri sebagai identitas bangsa. Dengan demikian, literasi menjadi instrumen penting dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai luhur bangsa.
Peran Mahasiswa sebagai Pilar Pembangunan Bangsa
Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang memegang peranan vital dalam pembangunan. Hardi menegaskan, "Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus banyak membaca untuk membangun kemampuan berfikir yang kritis." Kemampuan berpikir kritis ini esensial untuk menganalisis masalah, mencari solusi inovatif, dan berkontribusi pada kemajuan masyarakat.
Pendidikan tinggi memberikan kesempatan emas bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri secara maksimal. "Perguruan tinggi adalah tingkat pendidikan paling atas, sehingga generasi muda yang telah mengenyam pendidikan tinggi jangan menyia-nyiakan kesempatan ini karena menyangkut masa depan," tambahnya. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Datokarama patut diapresiasi atas inisiatifnya menyelenggarakan seminar bertema "membangun karakter dan masa depan lewat literasi". Kegiatan semacam ini sangat relevan dan mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing.
Komitmen Pemkot Palu dalam Peningkatan Kualitas SDM
Sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Palu saat ini. Berbagai intervensi telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kota tersebut. Salah satunya adalah pemberian beasiswa bagi masyarakat yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, menunjukkan komitmen Pemkot dalam mendukung akses pendidikan.
Selain itu, Pemkot Palu juga telah menjalin kerja sama strategis dengan UIN Datokarama dalam pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan. Program ini ditujukan bagi guru agama Islam di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu. Hardi mengungkapkan, "Program PPG sudah memasuki tahun ketiga kerja sama dengan UIN Datokarama," menandakan keberlanjutan dan keberhasilan program tersebut.
Tidak hanya itu, Pemkot Palu juga berupaya meningkatkan kualitas SDM melalui kerja sama dengan institusi pendidikan ternama seperti Sampoerna University. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata agar Kota Palu dapat sejajar dengan daerah maju lainnya di Indonesia. Semua inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang cerdas, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global.
Sumber: AntaraNews