Yogyakarta, 22 September 2024 – Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Nurmandi, baru-baru ini menegaskan bahwa literasi memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar kemampuan membaca dan menulis. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Masa Ta’aruf (MATAF) 2025 yang diselenggarakan di Kampus UMY, Yogyakarta, pada hari Senin.
Menurut Nurmandi, literasi adalah fondasi penting untuk membangkitkan kesadaran serta memahami makna kehidupan secara mendalam. Hal ini menjadi krusial di tengah derasnya arus informasi pada era digital saat ini, yang menuntut setiap individu untuk mampu menyaring dan mengolah informasi dengan bijak.
Penegasan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kritis di kalangan mahasiswa baru UMY mengenai pentingnya literasi dalam menghadapi tantangan zaman. Kampus berkomitmen penuh untuk membekali generasi muda dengan kemampuan literasi yang komprehensif, guna mempersiapkan mereka menjadi individu yang dinamis dan adaptif.
Advertisement
Advertisement
Literasi: Fondasi Pemahaman Kritis di Era Digital
Rektor UMY, Achmad Nurmandi, menjelaskan bahwa literasi merupakan kemampuan esensial untuk memahami dan mengolah informasi secara kritis, bukan hanya sebatas keterampilan dasar. Dalam pandangannya, literasi memiliki peran transformatif dalam kehidupan individu dan masyarakat.
“Literasi artinya membangkitkan kesadaran, memahami makna kehidupan, menggerakkan jiwa, mengubah keadaan, dari yang sebelumnya statis menjadi dinamis,” ujar Nurmandi saat menyampaikan pidatonya di hadapan ribuan mahasiswa baru UMY. Definisi ini menekankan bahwa literasi adalah sebuah proses berkelanjutan yang mendorong individu untuk terus belajar dan beradaptasi.
Di tengah gempuran informasi digital yang masif, kemampuan literasi menjadi benteng pertahanan utama. Mahasiswa dituntut tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menggunakannya untuk tujuan yang konstruktif. Hal ini sejalan dengan tema MATAF 2025, yakni “Bangun Intelektual Wujudkan Literasi”, yang dipilih untuk menginspirasi mahasiswa baru.
Advertisement
Advertisement
UMY Fasilitasi Pengembangan Literasi Mahasiswa
Menyadari urgensi literasi di era digital, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta secara proaktif menyediakan berbagai fasilitas penunjang bagi mahasiswa. Upaya ini dirancang untuk mendukung pengembangan kemampuan literasi mereka secara optimal.
Wakil Rektor UMY, Supriyatiningsih, menjelaskan bahwa kampus telah menyiapkan infrastruktur digital yang memadai. “Kami sudah menyiapkan berbagai software, berbagai informasi, dan modul belajar yang bisa diakses di mana pun dan kapan pun,” ujarnya, menegaskan komitmen UMY dalam memfasilitasi proses pembelajaran yang fleksibel.
Fasilitas tersebut mencakup akses ke perpustakaan digital yang kaya akan sumber daya ilmiah, perangkat lunak pembelajaran interaktif, serta modul-modul belajar daring. Semua ini dirancang agar mahasiswa dapat mengembangkan literasi mereka tanpa batasan ruang dan waktu, memungkinkan mereka untuk terus belajar dan berinovasi.
Advertisement
Advertisement
Membangun Kesadaran Literasi Sejak Dini di Kalangan Mahasiswa Baru
Kegiatan Masa Ta’aruf (MATAF) 2025 di UMY menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya literasi sejak dini kepada mahasiswa baru. Tema yang diusung secara khusus dirancang untuk tujuan tersebut.
Sekretaris MATAF UMY 2025, Ahmad Ragil, menekankan bahwa literasi adalah kunci utama dalam menyaring dan menghadapi arus informasi yang kebenarannya sering kali tidak jelas. “Kami ingin mahasiswa baru sejak awal sudah memiliki kesadaran akan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ragil.
Salah seorang mahasiswa baru, Muhammad Alfian, menyambut baik inisiatif ini. “Saya sangat senang, seru juga kegiatan MATAF hari ini, ditambah mengangkat tema literasi yang sangat dibutuhkan di generasi muda di era digital saat ini,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, UMY berharap dapat memperkuat komitmennya dalam membangun budaya literasi yang kuat di kalangan mahasiswa, membekali mereka menghadapi kompleksitas informasi di masa depan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews