Pemkot Makassar dan Balai Cipta Karya Finalisasi Hibah Alat Deteksi Air JICA
Pemerintah Kota Makassar bersama Balai Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum membahas finalisasi hibah alat deteksi air modern dari JICA untuk PDAM, guna menekan angka kehilangan air.
Pemerintah Kota Makassar, melalui Sekretaris Daerah Andi Zulkifly, mengadakan pertemuan dengan Direktorat Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum. Pertemuan ini berlangsung di Makassar pada hari Rabu, 28 Januari 2026, untuk membahas kelanjutan hibah alat deteksi kebocoran air. Hibah penting ini berasal dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan telah menjadi fokus perhatian.
Alat deteksi kebocoran air ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar. Tujuannya adalah untuk menekan tingkat kehilangan air yang selama ini menjadi tantangan operasional. Teknologi modern ini akan membantu efisiensi distribusi air.
Meskipun program kemitraan dengan JICA sudah berjalan beberapa tahun, terdapat beberapa dokumen administratif yang perlu dilengkapi. Penyelesaian berkas ini menjadi kunci utama agar proses hibah dapat segera terealisasi. Kelengkapan dokumen akan memastikan kelancaran serah terima aset.
Pentingnya Hibah Alat Deteksi Air bagi PDAM Makassar
Pemerintah Kota Makassar telah menjalin kerja sama erat dengan JICA melalui program kemitraan di bidang air minum. Program ini berfokus pada penyediaan barang hibah, khususnya alat deteksi kebocoran air yang sangat dibutuhkan PDAM. Kerja sama ini menunjukkan komitmen Pemkot dalam meningkatkan layanan air bersih.
Sekretaris Daerah Andi Zulkifly menyatakan bahwa alat deteksi kebocoran air yang dihibahkan tergolong modern dan sangat membantu. "Alat ini sangat membantu PDAM dalam menekan tingkat kehilangan air," ujarnya. Penggunaan teknologi canggih ini diharapkan mampu mengatasi masalah kebocoran yang sering terjadi.
Penurunan tingkat kehilangan air akan berdampak positif pada efisiensi operasional PDAM dan ketersediaan air bagi masyarakat. Dengan demikian, hibah ini tidak hanya sekadar aset fisik, tetapi juga investasi jangka panjang untuk keberlanjutan pasokan air. Upaya ini sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Proses Administrasi dan Dokumen Hibah
Proses hibah ini memerlukan kelengkapan dua dokumen utama yang harus ditandatangani oleh Wali Kota Makassar. Dokumen tersebut meliputi surat pernyataan minat dan surat pernyataan bersedia menerima hibah barang milik negara. Kelengkapan administrasi ini krusial untuk legalitas serah terima.
Andi Zulkifly menekankan pentingnya kelengkapan berkas untuk proses hibah ini. "Ternyata ada beberapa berkas yang belum lengkap untuk proses hibah ini. Dokumen tersebut segera dilengkapi," kata dia. Selain itu, ia juga menyebutkan perlunya tinjauan dari Inspektorat sebagai mitigasi administrasi.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Perumahan, dan Kawasan Sulawesi Selatan, Baskoro Elmiawan, menjelaskan bahwa kunjungan mereka bertujuan menindaklanjuti penyelesaian administrasi. "Jadi, pemerintah kota perlu menyiapkan surat minat dan surat kesediaan menerima hibah sebagai dasar penyelesaian proses hibah dari JICA ke Pemerintah Kota Makassar," jelas Baskoro. Proses ini, menurutnya, bukanlah hal yang rumit.
Spesifikasi dan Manfaat Alat Deteksi Kebocoran
Baskoro Elmiawan mengungkapkan bahwa terdapat enam item alat deteksi kebocoran yang akan dihibahkan. Namun, rincian jumlah set dan spesifikasi teknis lebih lanjut diketahui oleh pihak PDAM sebagai pengguna langsung. PDAM akan menjadi pihak yang paling memahami detail operasional alat tersebut.
Ia menegaskan bahwa secara regulasi, proses hibah ini tidak rumit dan merupakan mekanisme hibah aset pada umumnya. "Sebenarnya ini hanya proses hibah aset seperti biasa, jadi bukan hal yang rumit. Kami hanya memerlukan dua surat tersebut sebagai dasar untuk memproses hibah aset dari kementerian ke pemerintah kota," ujar Baskoro Elmiawan.
Hibah alat deteksi kebocoran air ini diharapkan dapat memperkuat infrastruktur PDAM Makassar. Dengan alat modern, penanganan kebocoran dapat dilakukan lebih cepat dan akurat, mengurangi pemborosan air. Ini merupakan langkah strategis dalam pengelolaan sumber daya air.
Sumber: AntaraNews