Pemkab Solok Salurkan Bantuan Korban Banjir Terisolasi dengan Perahu, Akses Jalan Putus
Pemkab Solok bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada korban **banjir Solok** yang terisolasi di Nagari Paninggahan dan Muaro Pingai menggunakan perahu. Akses jalan darat terputus total akibat bencana ini.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok telah mengambil langkah cepat dalam menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak dan terisolasi akibat bencana banjir dan longsor. Bantuan ini difokuskan untuk warga di Nagari Paninggahan dan Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Sumatera Barat, yang kini hanya dapat dijangkau melalui jalur air.
Wakil Bupati Solok, Candra, menyatakan bahwa pendistribusian logistik terpaksa dilakukan menggunakan perahu karena akses jalan darat menuju kedua nagari tersebut putus total. Kondisi darurat ini merupakan dampak dari curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok dalam beberapa hari terakhir, memicu banjir dan longsor di berbagai titik.
Merespons situasi kritis ini, Pemkab Solok berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Forkopimda, TNI–Polri, BPBD, serta pemerintah provinsi. Tujuannya adalah memastikan penanganan darurat berjalan efektif dan kebutuhan dasar warga yang terisolasi tetap terpenuhi.
Penanganan Darurat dan Koordinasi Cepat
Menyikapi kondisi darurat pasca-banjir, Wakil Bupati Solok Candra segera melakukan koordinasi cepat dengan berbagai instansi terkait. Komunikasi juga terjalin dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, melaporkan bahwa dua jalur utama menuju Paninggahan dan Muaro Pingai tidak dapat dilewati.
Gubernur Mahyeldi menginstruksikan agar masyarakat sekitar turut digerakkan untuk membantu pembersihan material banjir, menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Wabup Candra juga menyampaikan bahwa dapur-dapur MBG telah diaktifkan untuk memenuhi kebutuhan makanan warga yang mengungsi, memastikan ketersediaan pangan di tengah krisis.
Selain itu, Wabup Candra menyoroti situasi darurat akibat air Danau Singkarak yang meluap, sehingga diperlukan langkah strategis. Beliau berharap ada koordinasi dengan PLN agar pintu air dan turbin dibuka untuk mempercepat penyusutan air, serta memastikan alat berat dari provinsi sudah siaga di lokasi.
Distribusi Logistik dan Pembukaan Akses
Di tengah akses jalur darat yang terputus total, pemerintah bersama TNI dan pemerintah nagari memastikan kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi. Pendistribusian makanan untuk warga terdampak di Muaro Pingai dan Paninggahan telah dilakukan menggunakan perahu Kodim 0309/Solok dan perahu dari Wali Nagari Kacang, menjangkau area yang sulit diakses.
Dengan bantuan perahu tersebut, logistik makanan dapat disalurkan melalui jalur danau agar masyarakat tidak kelaparan dan tetap bisa mengonsumsi makanan yang telah didistribusikan. Bantuan ini disalurkan melalui Camat Junjung Sirih, yang memastikan setiap dusun terdampak menerima suplai pangan sesuai kebutuhan.
Dandim 0309/Solok Letkol Kav Sapta Raharja, S.I.P juga telah menyiapkan personel lengkap dengan alat berat untuk membuka akses jalur Muaro Pingai. Sejumlah perahu tambahan disiagakan di Dermaga Singkarak, ditopang oleh bantuan dari Dinas Sosial yang turut tersedia di lokasi, menunjukkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi.
Peninjauan Lapangan dan Imbauan Kewaspadaan
Wakil Bupati Candra bersama Kapolres Kota Solok AKBP Mas’ud Ahmad, S.I.K., M.Si, Dandim, dan tokoh masyarakat Saniangbaka Haji Nopel melakukan peninjauan langsung ke titik-titik banjir. Mereka meminta warga di bantaran sungai untuk segera mengungsi demi keselamatan, serta sempat membantu menyelamatkan sebuah sepeda motor milik warga yang terbawa arus deras.
Untuk mengecek kondisi lapangan secara menyeluruh, Wabup berjalan kaki dari Masjid Raya Saniangbaka menyusuri genangan air di sekitar sungai. Ketika menuju Muaro Pingai, beliau harus melewati jembatan yang tergenang aliran air deras menggunakan tali pengaman yang dipasang warga, menggambarkan betapa parahnya kondisi di lapangan.
Di lokasi terdampak, Wabup menyaksikan sawah warga hancur diterjang banjir bandang, serta akses jalan yang benar-benar terputus. Beberapa warga yang menghampirinya tak mampu menahan tangis melihat rumah mereka tak dapat lagi ditempati sementara waktu, menunjukkan dampak emosional yang mendalam dari bencana ini.
Pada sore hari, Wabup melanjutkan kunjungan ke Nagari Paninggahan, di mana warga sudah menunggu kedatangannya sejak siang. Beliau menjelaskan bahwa "Nagari Paninggahan dan Muaro Pingai kini menjadi nagari terisolasi karena akses jalan terputus. Dari Saniangbaka tidak bisa ditembus, dari Malalo jembatannya putus. Masyarakat kita betul-betul terdampak cukup parah." Menghadapi kondisi cuaca ekstrem, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena BMKG memperkirakan intensitas hujan masih akan tinggi. Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada perantau Nagari Paninggahan yang telah menyalurkan bantuan hingga puluhan juta rupiah.
Sumber: AntaraNews