Pemerintah Sumbawa Barat Komitmen Lestarikan Barapan Kebo, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Pemerintah Sumbawa Barat menegaskan komitmennya dalam melestarikan tradisi Barapan Kebo sebagai warisan budaya sekaligus daya tarik pariwisata untuk meningkatkan ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan kembali komitmennya untuk melestarikan tradisi Barapan Kebo. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari warisan budaya lokal serta strategi untuk mendongkrak sektor pariwisata. Penegasan ini disampaikan pada acara akbar yang berlangsung di Sirkuit Bentiu Batu Aden.
Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan terus mengembangkan Barapan Kebo. Tradisi balap kerbau ini telah menarik perhatian masyarakat luas sejak peresmian sirkuit pada Oktober 2025. Fasilitas tersebut kini menjadi pusat berbagai aktivitas komunitas, termasuk acara Barapan Kebo.
Barapan Kebo merupakan olahraga rakyat tradisional yang secara historis terkait dengan kalender agraris. Acara ini menandai dimulainya musim tanam dan membantu petani membajak sawah yang kaya tanah liat. Tradisi ini berakar kuat dalam adat istiadat agraris masyarakat “Tanah Samawa”.
Barapan Kebo: Akar Budaya dan Daya Tarik Wisata
Barapan Kebo bukan sekadar perlombaan, melainkan sebuah manifestasi budaya yang telah diwariskan turun-temurun. Tradisi ini dahulu kala berfungsi sebagai metode efisien bagi petani untuk mengolah lahan pertanian mereka. Kini, Barapan Kebo telah bertransformasi menjadi atraksi yang menarik banyak pengunjung.
Penyelenggaraan Barapan Kebo tahun ini menawarkan hadiah-hadiah menarik bagi para peserta. Hadiah utama meliputi tiga sepeda motor, dua skuter, satu ekor sapi, serta berbagai penghargaan tambahan lainnya. Hal ini menunjukkan keseriusan dalam mengapresiasi partisipasi dan menjaga semangat kompetisi.
Bupati Amar Nurmansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah memeriahkan acara. Beliau juga menegaskan kembali komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan Barapan Kebo. Upaya ini dilakukan sebagai aset budaya berharga bagi pembangunan Sumbawa Barat.
Kontribusi Barapan Kebo untuk Ekonomi dan Pariwisata NTB
Pelestarian Barapan Kebo memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Acara ini berhasil menarik banyak pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah, yang secara tidak langsung menggerakkan roda perekonomian. Keterlibatan masyarakat dalam setiap aspek penyelenggaraan juga turut meningkat.
Tradisi serupa juga ditemukan di berbagai daerah lain di Indonesia, menunjukkan kekayaan budaya bangsa. Contohnya adalah adu kerbau di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, karapan sapi di Madura, Jawa Timur, dan pacu jawi di Sumatera Barat. Semua tradisi ini sukses menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kantor Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan 2,5 juta pengunjung domestik dan internasional pada tahun 2025. Barapan Kebo menjadi salah satu daya tarik budaya yang mendukung target tersebut. Bersama destinasi lain seperti Mandalika dan Gili Islands, Barapan Kebo memperkaya potensi pariwisata NTB.
Melestarikan Barapan Kebo sejalan dengan upaya lebih luas untuk menjaga warisan budaya Indonesia yang beragam. Ini juga mendukung pembangunan regional dan menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan. Tradisi ini menjadi bukti nyata bagaimana budaya dapat menjadi motor penggerak kemajuan daerah.
Sumber: AntaraNews