Pemerintah Siapkan Rp130 Triliun Program KUR Perumahan, Target 350 Ribu Unit Rumah Subsidi
Dana ini diharapkan dapat terserap secara optimal demi memperkuat ekosistem perumahan rakyat.
Pemerintah pusat mengalokasikan dana jumbo Rp130 triliun untuk mendukung program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang diluncurkan di Jawa Barat.
Dana ini diharapkan dapat terserap secara optimal demi memperkuat ekosistem perumahan rakyat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyebut program ini sebagai langkah bersejarah karena menyasar seluruh pihak dalam rantai sektor perumahan, mulai dari kontraktor, developer, pemilik toko bangunan, pelaku UMKM, hingga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Jadi ini program yang sangat bagus, sangat masif, dan nilainya keseluruhan siapkan dana oleh pemerintahan Presiden Prabowo, jumlahnya total Rp130 triliun. Saya berharap itu bisa terserap, diserap banyak sekali di Jawa Barat. Dan motornya di sini bisa Bank Jabar,” kata Maruarar usai menghadiri peluncuran program ‘Imah Merenah, Hirup Tumaninah’ di Sabuga ITB, Bandung, Kamis (18/9).
Melalui KUR Perumahan, pelaku usaha bisa mengakses kredit dengan subsidi bunga hingga 5 persen. Ara, sapaan akrab Maruarar, menegaskan inisiatif ini adalah bukti nyata keberpihakan pemerintah.
“Ini bukti kebijakan negara, pemerintahan Presiden Prabowo kepada rakyat. Makanya namanya kredit usaha rakyat untuk perumahan,” ujarnya.
Target 350 Ribu Rumah Subsidi
Maruarar menjelaskan, pemerintah menargetkan pembangunan 350 ribu unit rumah subsidi pada 2025, naik signifikan dari target tahun sebelumnya sekitar 230 ribu unit.
Pada 29 September mendatang, Presiden Prabowo dijadwalkan meluncurkan secara simbolis 25 ribu rumah subsidi di Bogor, Jawa Barat, yang tersebar di 100 titik seluruh Indonesia.
“Jadi ini kita mau tunjukkan, bahwa kita kompak, kita solid, untuk bisa menjalankan ini semua. 25 ribu rumah sekaligus,” kata Maruarar.
Sementara, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menilai KUR Perumahan sebagai solusi konkret pemerintah untuk mengurangi kesenjangan kepemilikan rumah dan memperluas akses hunian layak.
“Kalau di tempat ini dengan Pak Ara, dengan Pemprov, mengatasi masalah kesenjangan perumahan. Dipermudah untuk bisa memiliki rumah, dipermudah untuk bisa memperbaiki rumah, dipermudah untuk bisa memperbaiki tempat usaha. Dan makanya diciptakan sebuah ekosistem, supaya fasilitasnya makin banyak,” jelas Qodari.