Pemerintah Pusat Kirim Bantuan Logistik ke Sikundo Aceh Barat via Helikopter
Puluhan kepala keluarga di Komunitas Adat Terpencil Sikundo, Aceh Barat, terisolasi akibat banjir bandang. Pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik penting via helikopter.
Pemerintah Pusat Kirim Bantuan Logistik ke Sikundo Aceh Barat via Helikopter
Pemerintah pusat telah mengirimkan bantuan logistik berupa makanan dan kebutuhan pokok kepada masyarakat di Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat. Penyaluran bantuan ini dilakukan menggunakan helikopter karena akses darat masih terputus total. Langkah ini diambil untuk memastikan warga yang terisolasi mendapatkan pasokan yang dibutuhkan segera.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, pada Kamis (01/01) menjelaskan bahwa perbaikan akses jalan menuju Sikundo masih terus diupayakan. Kondisi jalan yang rusak parah akibat banjir bandang membuat distribusi bantuan melalui jalur darat tidak memungkinkan. Oleh karena itu, jalur udara menjadi satu-satunya solusi efektif saat ini.
Bantuan yang didistribusikan melalui udara mencakup 125 kilogram beras, 15 kotak paket sembako dari BNPB, serta satu unit mesin genset. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan.
Tantangan Akses dan Isolasi Warga Sikundo Aceh Barat
Sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, masih dalam kondisi terisolasi. Bupati Aceh Barat Tarmizi mengungkapkan bahwa mereka tidak dapat keluar dari desa sejak pekan lalu akibat banjir bandang. Banjir bandang telah menghancurkan akses jalan utama, mengubahnya menjadi aliran sungai.
Kondisi masyarakat Sikundo saat ini sangat memprihatinkan karena terputusnya akses dari dunia luar. Jalan sepanjang lima kilometer hancur total, dan jembatan penghubung juga terputus. Hal ini membuat warga kesulitan mendapatkan pasokan bahan makanan dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan.
Untuk keluar desa, hanya kepala desa dan dua warga yang berani menyusuri aliran sungai menggunakan ban bekas sejauh lima kilometer. Cara ini sangat berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa. Masyarakat semakin khawatir karena semua jalur ke kawasan komunitas adat tersebut putus total.
Selain itu, ratusan masyarakat di kawasan tersebut saat ini menghadapi kekurangan pasokan bahan makanan dan obat-obatan. Situasi ini diperparah dengan tidak adanya perahu atau sampan untuk menyeberangi sungai. Warga terpaksa menggunakan ban mobil sebagai alat bantu penyeberangan.
Distribusi Bantuan dan Upaya Pemulihan Akses di Sikundo
Distribusi bantuan logistik melalui helikopter menjadi solusi vital untuk menjangkau warga Sikundo yang terisolasi. Bantuan yang dikirimkan pemerintah pusat melalui udara ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. Fokus utama adalah memastikan ketersediaan pangan dan kebutuhan dasar lainnya.
Selain beras dan sembako, pengiriman mesin genset juga sangat penting untuk membantu kebutuhan listrik di desa. Upaya perbaikan akses jalan darat sedang berlangsung, namun membutuhkan waktu. Pemerintah terus berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak.
Bupati Tarmizi menambahkan bahwa akses menuju Sikundo saat ini hanya bisa dilalui dengan mobil 4x4. Kendaraan tersebut harus menerobos hutan dan dikemudikan oleh sopir off-road yang andal. Ini menunjukkan betapa ekstremnya kondisi medan yang harus dihadapi untuk mencapai desa tersebut.
Sejarah Infrastruktur dan Dampak Bencana di Aceh Barat
Banjir bandang kali ini juga menghanyutkan jembatan gantung yang pernah dibangun di Sikundo. Jembatan ini dahulu dibangun setelah viralnya kisah anak-anak sekolah menyeberangi sungai menggunakan kabel baja pada tahun 2019. Kehilangan jembatan ini semakin memperparah isolasi warga.
Kondisi ini mengulang kembali tantangan akses yang pernah dihadapi warga Sikundo beberapa tahun lalu. Kerusakan infrastruktur vital seperti jembatan menunjukkan kerentanan wilayah tersebut terhadap bencana alam. Upaya pembangunan kembali jembatan menjadi prioritas mendesak.
Pemerintah daerah dan pusat terus berupaya mencari solusi jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur di Sikundo. Hal ini penting agar masyarakat tidak lagi mengalami isolasi berkepanjangan setiap kali terjadi bencana. Koordinasi antarlembaga diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sumber: AntaraNews