FOTO Empat Puluh Hari Pascabencana, Warga Ketol Menyeberangi Sungai Berarus Deras dengan Tali
Pascabanjir bandang, warga Kecamatan Ketol, Aceh, menggunakan tali sling untuk menyeberangi sungai akibat akses darat yang terputus.
Warga menyeberangi sungai dengan bantuan tali sling pascabanjir bandang di Kecamatan Ketol, Aceh, Selasa (06/01/2026). Sudah sekitar 40 hari berlalu sejak bencana melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun hingga kini, dampak banjir bandang masih terasa di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.
Beberapa desa di wilayah tersebut masih terputus total dari akses darat akibat kerusakan jembatan yang belum dapat dilalui. Jalan utama penghubung antarwilayah belum pulih, sehingga mobilitas warga sangat terbatas. Dalam kondisi tersebut, masyarakat terpaksa mencari cara agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan.Sebagai solusi darurat, warga membentangkan tali sling di atas sungai yang berarus deras.
Tali tersebut dirangkai secara swadaya menggunakan kabel listrik milik PLN. Meski berisiko dan jauh dari standar keselamatan, fasilitas sementara itu menjadi satu-satunya jalur yang dapat digunakan untuk menyeberang.Tali sling tidak hanya dimanfaatkan untuk mobilitas manusia, tetapi juga untuk mengangkut berbagai kebutuhan dan hasil bumi. Durian, cabai, kopi, beras, hingga sepeda motor dipindahkan secara bergantian agar dapat mencapai pasar dan pusat aktivitas ekonomi.
Proses penyeberangan dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mengingat derasnya arus sungai dan keterbatasan peralatan.Di tengah keterisolasian, tali sling tersebut kini menjadi penghubung vital antarwilayah. Kehadirannya memungkinkan roda kehidupan warga tetap berputar meski berada dalam kondisi serba terbatas. Masyarakat berharap perbaikan infrastruktur dapat segera dilakukan agar akses darat kembali normal dan aktivitas warga dapat berlangsung dengan aman.