Pembalap Jatim dan Sulsel Berjaya di Kejurnas Drag Race Makassar, Kuasai Kelas Bracket 9 Detik
Pembalap Jawa Timur dan Sulawesi Selatan mendominasi kelas Bracket 9 Detik pada Kejurnas Drag Race Makassar Putaran II, menunjukkan performa gemilang di Lintasan Lanud Sultan Hasanuddin.
Makassar menjadi saksi bisu dominasi pembalap dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Race Putaran II. Kompetisi bergengsi ini berlangsung di Lintasan Lanud Sultan Hasanuddin pada Minggu, 24 Mei. Ratusan pembalap dari berbagai provinsi turut serta memperebutkan gelar juara di berbagai kelas yang dipertandingkan.
Ajang balap lurus ini menarik perhatian banyak pecinta otomotif, terutama dengan performa impresif yang ditunjukkan oleh para peserta. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi kemampuan, tetapi juga mengukuhkan reputasi Makassar sebagai tuan rumah yang sukses. Penyelenggaraan yang memenuhi standar keamanan menjadi salah satu sorotan utama dalam event ini.
Para pembalap menunjukkan semangat kompetisi yang tinggi, memberikan tontonan menarik bagi penonton yang hadir. Kemenangan di kelas-kelas utama, khususnya Bracket 9 Detik, menjadi bukti nyata persiapan matang yang dilakukan oleh tim-tim balap. Hasil ini juga menegaskan potensi besar atlet otomotif dari wilayah timur dan barat Indonesia.
Dominasi di Kelas Bracket 9 Detik: Non Diesel dan Diesel
Kelas Bracket 9 Detik menjadi sorotan utama dengan penampilan gemilang dari pembalap tuan rumah dan Jawa Timur. Di kategori Bracket 9 Detik Non Diesel, Adrian Witono dari tim OTP 37X Sonic Speed (Sulawesi Selatan) berhasil meraih posisi tercepat. Ia mengungguli Gatot Subagyo dari Sulawesi Tengah yang menempati posisi kedua, serta Teguh Wahyu di peringkat ketiga.
Sementara itu, di kelas Bracket 9 Detik Diesel, Adiem Prasetiyo dari SEA Team Pro7 asal Jawa Timur menunjukkan performa perkasa. Adiem sukses mengalahkan Uphik dari tim Bunda Racing Z Safir (Sulawesi Selatan) yang berada di posisi kedua. Posisi ketiga di kelas ini ditempati oleh Putra Astramank dari Lembur Motor Enginering, juga wakil dari Sulawesi Selatan.
Kemenangan di kelas-kelas ini menunjukkan kekuatan dan persiapan matang dari para pembalap. Persaingan ketat di setiap putaran menambah keseruan Kejurnas Drag Race Makassar ini. Para pembalap telah berlatih keras untuk mencapai performa terbaik di lintasan.
Persaingan Ketat di Kelas Bracket 8 Detik
Kelas Bracket 8 Detik juga menyajikan persaingan yang tidak kalah sengit antara para pembalap. Brian Sumalata dari tim Sapi Balap X JRT yang berasal dari Papua, berhasil keluar sebagai juara di kelas ini. Kemenangannya menjadi bukti bahwa bakat balap tersebar merata di seluruh penjuru Indonesia.
Adiem Prasetiyo dari SEA Team Pro7 (Jawa Timur) kembali menunjukkan konsistensinya dengan meraih posisi kedua di kelas ini. Prestasi ini menambah daftar panjang pencapaian Adiem dalam Kejurnas Drag Race Putaran II. Teguh Wahyu dari tim Limanh X Metro Gold Sulawesi Utara melengkapi podium dengan menempati peringkat ketiga.
Hasil ini menegaskan bahwa Kejurnas Drag Race adalah ajang penting untuk mengukur kemampuan dan strategi balap. Setiap pembalap berjuang keras untuk mencatatkan waktu terbaik. Keberhasilan mereka adalah hasil dari dedikasi dan kerja keras yang tiada henti.
Apresiasi IMI Pusat terhadap Penyelenggaraan Kejurnas
Ketua Komisi Drag Race Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Darma Srada, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Kejurnas Drag Race Putaran II di Makassar. Menurutnya, pelaksanaan lomba berjalan baik dan telah memenuhi standar keamanan yang ditetapkan. Darma Srada optimis bahwa Sulawesi Selatan memiliki potensi besar sebagai tuan rumah event balap.
Darma Srada juga menyoroti totalitas penyelenggara yang didukung penuh oleh IMI Sulawesi Selatan dan Lanud Sultan Hasanuddin. Kolaborasi ini menjadi kunci sukses terlaksananya event dengan lancar dan tertib. Antusiasme ratusan pembalap dari berbagai provinsi juga mendapat pujian khusus dari IMI Pusat.
"Memang kita baru putaran dua ya, tapi saya optimis Sulawesi Selatan ini adalah yang terbaik. Karena memang semua fokus, semua totalitas penyelenggara, baik didukung juga oleh IMI Sulawesi Selatan dan Lanud Hasanuddin tentunya," ujar Darma Srada. Ia menambahkan bahwa peserta merasa terpuaskan bisa menjalani race sejak awal hingga akhir event.
Keberhasilan Kejurnas ini menjadi indikator positif bagi perkembangan olahraga otomotif di Indonesia. Dengan penyelenggaraan yang terkoordinir dan partisipasi aktif dari pembalap, diharapkan Kejurnas Drag Race dapat terus berkembang dan melahirkan talenta-talenta baru. Event ini juga diharapkan dapat memotivasi daerah lain untuk menyelenggarakan kompetisi serupa.
Sumber: AntaraNews