Peluk Cium Prabowo ke Anak Korban Banjir Bali, Duduk Bareng Warga Tinjau Lokasi
Prabowo ingin memastikan instruksi yang diberikan kepada jajarannya terkait penanganan bencana banjir di Bali terlaksana dengan baik.
Presiden Prabowo Subianto mendatangi lokasi banjir bandang di Kabupaten Badung, Bali. Pada kesempatan itu, Prabowo melihat lokasi, berbincang dengan warga terdampak hingga memeluk dan cium anak korban banjir, Sabtu (13/9).
Prabowo ingin memastikan instruksi yang diberikan kepada jajarannya terkait penanganan bencana banjir di Bali terlaksana dengan baik.
Titik yang ditinjau Prabowo yakni pemukiman warga di gang Gajahmada IV, Banjar Kerenceng. Di titik ini, Prabowo melihat secara langsung kondisi perumahan yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.
Dengan mengenakan sepatu boots karet bewarna kuning, Prabowo menyusuri gang kecil yang masih penuh dengan lumpur. Dia didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Prabowo banyak berhenti untuk menyapa sekaligus berbincang-bincang dengan para warga terdampak terkait kondisi keluarga dan rumah saat banjir terjadi. Para warga pun menceritakan kondisi yang terjadi saat air sungai mulai naik hingga masuk ke rumah-rumah warga.
Datangi lokasi, Prabowo ingin memastikan langkah darurat telah dilakukan dengan baik, termasuk diantaranya distribusi bantuan yang harus menjangkau seluruh masyarakat terdampak.
Tidak hanya masyarakat, pemerintah juga menaruh perhatian jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana serupa ke depannya.
Kepala Negara menekankan agar seluruh proses penanganan bencana dilakukan secara cepat, tepat, dan menyeluruh. Kunjungan Presiden di lokasi banjir menunjukkan keseriusan pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian terkait untuk menangani bencana dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Korban Tewas Banjir Bali Capai 18 Orang
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat, hingga Jumat (12/9/2025) pukul 06.00 WITA jumlah korban yang ditemukan meninggal dunia akibat banjir di Bali mencapai 18 orang.
"Total korban meninggal dunia 18 orang. Dari Kota Denpasar 12 orang, tiga orang di Kabupaten Gianyar , Kabupaten Jembrana dua orang, dan Kabupaten Badung satu orang.," kata Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, di Denpasar, Jumat. Dilansir Antara.
Di luar 18 korban dari seluruh Bali itu, kata dia, masih ada dua korban lainnya yang masuk daftar pencarian tim SAR gabungan.
Dari data BPBD Bali hingga hari ketiga banjir besar melanda Bali, tercatat ada 163 titik banjir, tanah longsor 64 titik, pohon tumbang 35 titik, jembatan putus dua titik, jalan rusak tiga titik, dan tembok jebol 21 titik.
Bencana banjir tersebar paling banyak di ibu kota Provinsi Bali yaitu Denpasar dengan 81 titik. Disusul 15 titik di Kabupaten Gianyar, 12 titik di Kabupaten Badung. Ada 28 titik banjir di Kabupaten Tabanan, 23 titik di Kabupaten Jembrana, dan empat titik di Kabupaten Karangasem.
Kemudian tanah longsor yang terjadi paling banyak di Tabanan dengan 43 titik, pohon tumbang paling banyak di Tabanan 17 titik, jalan rusak di Bangli dua titik, dan tembok jebol paling banyak di Karangasem 11 titik.
Dari data laporan sementara, Agung Teja memperkirakan kerugian atas kerusakan 514 unit bangunan mencapai Rp 28.915.360.000.
"Dengan rincian Kota Denpasar 474 los, kios, dan ruko bangunan rusak di Jalan Sulawesi dan Pasar Kumbasari senilai Rp25.537.360.000, Bangli tiga bangunan rusak dengan estimasi kerusakan Rp292.000.000," ucapnya.
Selanjutnya di Tabanan ditemukan 29 bangunan rusak dengan estimasi kerugian Rp3.086.000.000, Karangasem enam bangunan rusak dengan nilai kerusakan masih dalam proses penghitungan, dan Gianyar ada bangunan rusak dengan nilai kerusakan yang masih dalam proses penghitungan.
Selama tiga hari terakhir, lanjutnya, pemerintah juga membentuk posko-posko pengungsian yang berangsur berkurang pengungsinya karena kondisi yang membaik.
Adapun posko pengungsian hingga saat ini ada di Denpasar dengan 186 pengungsi tersebar di enam pos dan di Jembrana 250 pengungsi tersebar di dua pos.