Pelatihan DBHCHT Situbondo: Tingkatkan Keterampilan dan Tekan Pengangguran Lokal
Pemerintah Kabupaten Situbondo memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk menggelar pelatihan kerajinan kayu dan tata rias, bertujuan meningkatkan kompetensi warga dan menekan angka pengangguran. Pelatihan DBHCHT Situbondo ini dihara
Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengurangi angka pengangguran. Melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Situbondo menggelar berbagai pelatihan berbasis kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja lokal.
Pelatihan ini mencakup bidang kerajinan kayu dan tata rias, yang diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) setempat. Inisiatif ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam dunia usaha maupun industri.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Situbondo, Muhammad Kholil, menjelaskan bahwa program ini bertujuan utama untuk peningkatan keterampilan dan pembukaan peluang kerja. Kegiatan pelatihan ini berlangsung dari 7 November hingga 6 Desember 2025, menyasar baik pelaku usaha yang sudah berjalan maupun mereka yang baru merintis.
Peningkatan Kompetensi dan Peluang Kerja
Program pelatihan yang didanai dari DBHCHT ini dirancang khusus untuk meningkatkan daya saing masyarakat Situbondo. Peserta dibekali dengan keahlian yang relevan, memastikan mereka memiliki kompetensi tinggi di bidang kerajinan kayu dan tata rias.
Muhammad Kholil menegaskan, "Pelatihan ini tidak lain bertujuan untuk peningkatan keterampilan dan membuka peluang kerja serta usaha bagi masyarakat." Fokus utama adalah membekali peserta dengan kemampuan yang dibutuhkan agar mampu bersaing di pasar kerja atau memulai usaha mandiri.
Pelatihan kerajinan kayu dan tata rias ini menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi diri. Dengan keterampilan yang mumpuni, diharapkan mereka dapat menciptakan produk bernilai tinggi atau menawarkan jasa profesional, sehingga membuka pintu menuju kemandirian ekonomi.
Durasi pelatihan yang cukup panjang, hingga satu bulan penuh, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap kualitas. Kholil menambahkan, "Pelatihan dibuat cukup panjang karena target utama kegiatan tersebut adalah untuk uji kompetensi dan sehingga peserta pelatihan yang telah lulus bisa langsung siap kerja." Ini memastikan lulusan siap kerja dan memiliki sertifikasi kompetensi.
Strategi Menekan Angka Pengangguran
Pemanfaatan DBHCHT untuk pelatihan ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah daerah Situbondo dalam menekan angka pengangguran. Program ini secara langsung menyasar Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dengan menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan siap bersaing.
Kholil menyatakan, "Jadi, program ini juga menjadi salah satu solusi dalam menekan angka pengangguran di Situbondo." Pemerintah daerah terus berkomitmen menghadirkan program-program pelatihan menggunakan DBHCHT yang berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mengurangi pengangguran.
Selain menekan TPT, pelatihan kerajinan kayu dan merias wajah ini juga bertujuan meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal. Melalui peningkatan kompetensi, diharapkan daya saing masyarakat Situbondo di pasar kerja dapat terangkat secara signifikan, baik di perusahaan maupun sebagai wirausaha mandiri.
Dengan melahirkan tenaga kerja baru yang terampil dan bersertifikasi, pemerintah daerah berharap dapat mengurangi angka pengangguran. "Harapan kami dalam pelatihan ini dapat mengurangi angka pengangguran dengan menciptakan tenaga kerja baru, baik yang bekerja di perusahaan maupun yang membuka usaha sendiri," pungkas Kholil, menekankan dampak positif program ini.
Sumber: AntaraNews