Tingkatkan Kualitas, Pemkab Situbondo Konsisten Beri Pelatihan Petani Tembakau

Pemerintah Kabupaten Situbondo terus menggenjot kualitas produksi tembakau melalui program pelatihan petani tembakau Situbondo. Inisiatif ini fokus pada proses pascapanen dan optimasi nilai ekonomi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tingkatkan Kualitas, Pemkab Situbondo Konsisten Beri Pelatihan Petani Tembakau
Pemerintah Kabupaten Situbondo konsisten memberikan pelatihan kepada petani tembakau. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan keterampilan pascapanen dan kualitas produksi, sekaligus memperkuat ekonomi daerah. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, secara konsisten memberikan pelatihan kepada para petani tembakau di wilayahnya. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam proses pascapanen. Pelatihan ini mencakup teknik perajangan hingga pengeringan daun tembakau yang baik dan benar.

Program pelatihan bagi petani tembakau ini telah berlangsung sejak bulan September 2025, memanfaatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo, Dadang Aries Bintoro, menegaskan pentingnya pelatihan ini. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas produksi tembakau secara signifikan.

Dadang Aries Bintoro menjelaskan bahwa pemerintah daerah menginginkan petani tembakau di "Kota Santri" ini mampu mengelola hasil panen secara lebih efisien. Dengan demikian, hasil tembakau dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi di pasaran. Pelatihan ini juga menjadi strategi jangka panjang untuk menyiapkan petani agar mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Menurut Dadang, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, khususnya para petani tembakau. Pemkab Situbondo berkomitmen penuh untuk mengarahkan dana cukai hasil tembakau ini pada program-program yang berdampak positif.

Melalui pelatihan ini, petani diharapkan tidak hanya berperan sebagai penghasil tembakau mentah, namun juga mampu mengolah produk sesuai standar mutu yang ditetapkan. Peningkatan kapasitas ini krusial untuk daya saing produk tembakau Situbondo.

Selain pelatihan teknik pengolahan tembakau pascapanen yang mendalam, para petani juga mendapatkan materi penting lainnya. Materi tersebut mencakup informasi mengenai kebijakan pemerintah terkait pupuk subsidi serta standar mutu tembakau nasional yang berlaku. Pelatihan ini dilaksanakan di beberapa wilayah penghasil tembakau, termasuk Kecamatan Suboh, Melandingan, Sumbermalang, Banyuglugur, Jatibanteng, Sumbermalang, dan Besuki.

Kegiatan pelatihan peningkatan keterampilan petani tembakau di Situbondo ini merupakan langkah awal yang strategis. Pemerintah daerah telah merencanakan langkah lanjutan yang lebih besar pada tahun depan, yaitu pada tahun 2026.

Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Situbondo akan membangun sebuah pasar khusus tembakau. Pasar ini direncanakan berlokasi di Kecamatan Besuki, yang merupakan salah satu wilayah penting dalam produksi tembakau.

Pembangunan pasar tembakau di wilayah barat Situbondo itu diharapkan akan menjadi pusat perdagangan hasil tembakau yang terintegrasi. Keberadaan pasar ini bertujuan untuk memperpendek rantai distribusi yang selama ini mungkin panjang dan kurang efisien.

Selain itu, pasar khusus ini juga diharapkan dapat memperluas jangkauan penjualan hasil tembakau dari petani lokal. Pemkab Situbondo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung petani tembakau, yang merupakan tulang punggung ekonomi daerah, melalui berbagai program inovatif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi