Pemkab Situbondo Gelar Pelatihan Melinting Rokok, Perkuat Industri Lokal dan Ekonomi Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Situbondo adakan pelatihan melinting rokok bagi warga, tingkatkan keterampilan dan perkuat industri lokal. Simak bagaimana inisiatif ini dorong ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan melinting rokok bagi ibu-ibu rumah tangga dan pemuda setempat. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat industri rokok lokal di wilayah tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan ekonomi masyarakat.
Pelatihan melinting rokok ini menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo, Edy Wiyono, menegaskan tujuan utamanya adalah meningkatkan keterampilan peserta. Ini juga untuk mengoptimalkan peluang ekonomi dari sektor tembakau secara legal dan produktif.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keahlian individu dalam melinting rokok. Lebih dari itu, diharapkan dapat mendorong pembentukan komunitas atau kelompok usaha bersama. Langkah ini juga strategis untuk menekan peredaran rokok ilegal di daerah.
Pemanfaatan DBHCHT untuk Peningkatan Keterampilan
Diskoperindag Situbondo secara aktif mengelola anggaran DBHCHT untuk berbagai program pemberdayaan. Pelatihan melinting rokok adalah salah satu fokus utama pemanfaatan dana tersebut. Edy Wiyono menjelaskan bahwa dana ini disalurkan langsung untuk kepentingan masyarakat.
Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan keterampilan teknis peserta secara komprehensif. Mereka diajarkan mulai dari proses pengisian tembakau hingga teknik melinting menggunakan alat sederhana. Penyusunan batang rokok agar terlihat rapi juga menjadi bagian penting dari kurikulum yang diberikan.
Selain keterampilan teknis, peserta juga dimotivasi untuk terus berinovasi serta menjaga kualitas hasil lintingan rokok. Harapannya, hasil pelatihan ini dapat menciptakan produk rokok lokal berkualitas tinggi. Ini tentu akan mendukung daya saing industri rokok di Situbondo.
Edy Wiyono menekankan bahwa pemanfaatan DBHCHT tidak hanya berhenti pada pelatihan melinting rokok. Dana tersebut juga dialokasikan untuk berbagai kegiatan lain yang mendukung penguatan ekonomi daerah. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor ekonomi secara menyeluruh.
Dorong Pemberdayaan Ekonomi dan Industri Lokal
Pemerintah daerah berkomitmen penuh agar DBHCHT benar-benar mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat. Fokus utama adalah bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pelatihan ini menjadi jembatan bagi mereka untuk mengembangkan usaha.
Dampak positif dari pelatihan melinting rokok ini sangat dirasakan oleh pelaku industri rokok lokal. Kiswanto, salah satu pengusaha rokok di Kecamatan Panarukan, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat. Ini membantu memberikan ruang bagi pengusaha rokok lokal untuk terus berkembang.
"Tentu pelatihan melinting rokok bagi masyarakat dan pemuda ini dapat mendorong pemberdayaan masyarakat di sektor usaha," ujar Kiswanto. Pernyataan ini menggarisbawahi potensi pelatihan dalam menciptakan lapangan kerja baru. Ini juga meningkatkan pendapatan bagi warga Situbondo.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat mengoptimalkan peluang ekonomi dari sektor tembakau secara legal dan produktif. Ini sekaligus menjadi upaya pemerintah untuk mengurangi peredaran rokok ilegal. Dengan demikian, DBHCHT benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sumber: AntaraNews