Pariwisata DKI Jakarta Jadi Kunci Utama Capai Target 50 Besar Kota Global 2029
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta fokus pada pengembangan pariwisata dan budaya sebagai kunci utama mencapai target 50 besar Kota Global 2029, didukung produksi karya kreatif.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara serius memfokuskan pengembangan sektor pariwisata dan budaya. Langkah ini menjadi strategi utama dalam upaya mencapai target ambisius sebagai salah satu dari 50 kota global teratas pada tahun 2029. Dukungan penuh terhadap berbagai produksi karya kreatif menjadi salah satu pilar penting dalam rencana ini.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menegaskan komitmen tersebut. Ia menyampaikan hal ini saat menghadiri gala perdana serial web "Gak Konek" di Jakarta pada Jumat malam. Menurutnya, proyek seni semacam ini sangat efektif untuk meningkatkan peringkat kota di kancah internasional.
DKI Jakarta baru saja menunjukkan kemajuan signifikan dalam Global City Ranking, naik tiga skala dari posisi 74 ke 71. Peningkatan ini memberikan optimisme bahwa dengan sentuhan artistik dan dukungan berkelanjutan, posisi Jakarta dapat terus melonjak. Target 50 besar pada 2029 merupakan visi yang dicanangkan oleh Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
Strategi Pengembangan Budaya dan Pariwisata Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyusun strategi komprehensif untuk mencapai visi Kota Global. Fokus utama strategi ini adalah pengembangan budaya dan pariwisata yang dianggap sebagai instrumen vital dalam rencana pembangunan kota. Upaya ini melibatkan berbagai pihak untuk menggali potensi yang belum terjamah.
Suharini Eliawati menekankan pentingnya menggali lebih banyak tempat ikonik di Jakarta. "Ke depan perlu banyak lagi tempat ikonik yang kita gali," ujarnya. Salah satu contoh yang disebutkan adalah Pasar Bunga Rawabelong, yang dikenal sebagai pasar bunga terbesar di Asia Tenggara.
Potensi besar Pasar Bunga Rawabelong ini perlu dikemas secara menarik melalui sentuhan artistik. Suharini menegaskan bahwa pasar tersebut belum banyak dieksplorasi secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dan kreativitas agar destinasi ini dapat menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan citra pariwisata Jakarta.
Partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk masyarakat dan pelaku industri kreatif, sangat diharapkan. Suharini menutup pernyataannya dengan ajakan kolaborasi, seraya menyatakan, "Bagi kita, kritik saran itu sangat penting. Kritik adalah vitamin."
Peran Karya Kreatif dalam Promosi Destinasi Jakarta
Produksi karya kreatif seperti serial digital "Gak Konek" menjadi salah satu sarana efektif untuk mempromosikan destinasi pariwisata Jakarta. Serial ini menampilkan berbagai tempat ikonik ibu kota, mulai dari keindahan bahari Kepulauan Seribu hingga keramaian Ancol. Penonton diajak melihat pesona sejarah Kota Tua serta kehidupan perkotaan Monas dan Blok M.
Serial "Gak Konek" disutradarai oleh aktor Marthino Lio, yang diharapkan mampu memberikan sentuhan artistik dan daya tarik tersendiri. Web series ini dijadwalkan tayang di dua platform digital, yaitu RCTI+ mulai 10 November dan Catchplay+ pada 20 November 2025. Penayangan di platform populer ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.
Produser Eksekutif Andhika Permata menjelaskan bahwa produksi "Gak Konek" merupakan kelanjutan komitmen kuat dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta. Tujuan utamanya adalah untuk secara aktif mendorong minat wisatawan domestik agar mau mengunjungi berbagai destinasi lokal menarik yang ada di Jakarta. Ini merupakan upaya konkret dalam memajukan pariwisata daerah.
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah sukses memproduksi dua karya serupa yang juga bertujuan mempromosikan pariwisata. Karya tersebut adalah web series "Tiba-Tiba Ngeguide" pada tahun 2022 dan "Amnesia Romansa" pada tahun 2024. Inisiatif berkelanjutan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memanfaatkan media digital untuk promosi pariwisata Jakarta secara masif.
Melalui serial-serial ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai kekayaan budaya serta destinasi wisata yang dimiliki Jakarta. Promosi yang kreatif dan modern ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Ini juga sejalan dengan upaya peningkatan peringkat Jakarta di kancah global.
Sumber: AntaraNews