Tahukah Anda? Taman Ismail Marzuki Ditargetkan Jadi Sentral Sinema Jakarta dalam Dua Tahun!
Pemprov DKI Jakarta berencana menjadikan Taman Ismail Marzuki sebagai sentral sinema Jakarta, menargetkan pembentukan Komisi Film dalam dua tahun untuk wujudkan kota global.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki ambisi besar untuk Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta Pusat. Lokasi ikonik ini ditargetkan menjadi sentral sinema utama di ibu kota, sebuah langkah strategis dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang kaya akan budaya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan rencana ini dalam acara IdeaTalks di Jakarta Internasional Convention Center (JICC pada Sabtu, 01/11). Menurutnya, Jakarta memiliki banyak infrastruktur yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung visi tersebut. Inisiatif ini diharapkan dapat mengangkat profil Jakarta di kancah perfilman internasional.
Untuk mencapai target tersebut, Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan berbagai strategi komprehensif. Salah satunya adalah pembentukan Komisi Film Jakarta (Jakarta Film Commission) yang diharapkan dapat beroperasi penuh dalam kurun waktu dua tahun. Target ambisius ini diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2027.
Visi Jakarta sebagai Kota Sinema Global
Rano Karno menjelaskan bahwa Taman Ismail Marzuki akan menjadi 'head of the movie central film' atau sentral sinema di Jakarta. Visi ini tidak hanya sekadar menjadikan Jakarta sebagai lokasi syuting, tetapi juga membangun ekosistem film yang kuat dan berkelanjutan. Film diharapkan menjadi media untuk menceritakan kota, mimpi, keberagaman, dan semangat warganya.
“Karena itu, membangun ekosistem film berarti membangun jati diri kota, menjadikannya tempat yang tidak hanya maju secara ekonomi, tapi juga kaya makna dan inspirasi bagi dunia,” ujar Rano Karno. Pernyataan ini menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk menjadikan film sebagai pilar penting dalam identitas kota.
Pengembangan Jakarta sebagai ikon kota budaya dan seni secara tidak langsung telah mendeklarasikan diri sebagai kota sinema. Dengan segala industri pendukungnya, Jakarta memiliki potensi besar untuk bersaing dengan kota-kota lain di dunia yang telah lebih dulu dikenal sebagai pusat perfilman. Upaya ini akan memperkuat posisi Jakarta di mata internasional.
Pembentukan Komisi Film Jakarta: One Stop Service
Untuk mendukung visi besar ini, Pemprov DKI Jakarta sedang merancang Komisi Film Jakarta (Jakarta Film Commission). Lembaga ini akan berperan krusial dalam mewujudkan kota sinema yang berbudaya dan berseni. Pembentukan komisi semacam ini merupakan praktik umum di banyak negara maju, seperti Korea, Hong Kong, Tokyo, dan Belanda.
Rano Karno menuturkan bahwa Jakarta Film Commission akan dibuat sebagai lembaga pelayanan One Stop Service (OSS) atau Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Model layanan ini dirancang untuk mempermudah dan mempercepat proses produksi film di Jakarta, menarik lebih banyak sineas lokal maupun internasional.
Fungsi utama Komisi Film Jakarta mencakup beberapa aspek penting. Ini meliputi fasilitasi perizinan yang efisien, penyediaan database lokasi syuting yang komprehensif, penghubung dengan talenta lokal, serta promotor utama Jakarta sebagai destinasi produksi film. Dengan demikian, komisi ini akan menjadi jembatan bagi para pembuat film untuk berkarya di ibu kota.
Sumber: AntaraNews