Papan Interaktif Program Prabowo Bikin Anak-anak Sleman Lebih Antusias Belajar Kimia
Dari ruang kelas di Sleman, teknologi digital berfungsi sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, pengembangan karakter, dan impian generasi muda Indonesia.
Inovasi dalam pembelajaran digital mulai memberikan dampak positif di lingkungan kelas. Papan Interaktif Digital (PID), yang merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kini semakin dioptimalkan penggunaannya. Salah satu contohnya adalah dalam pembelajaran Kimia di SMA Negeri 1 Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pemanfaatan PID ini tidak hanya menunjukkan bagaimana teknologi dapat meningkatkan pemahaman akademik siswa, tetapi juga menciptakan ruang bagi mereka untuk merenungkan dan merancang masa depan mereka. Dengan demikian, teknologi digital berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan sains, pembentukan karakter, dan cita-cita generasi muda Indonesia.
Antusiasme siswa terhadap penggunaan teknologi ini terlihat jelas dalam unggahan Instagram Yuli Nestiyarum, seorang guru Kimia di sekolah tersebut. Dalam unggahannya, ia menunjukkan keceriaan siswa kelas XI F1 saat mengikuti sesi pembelajaran Kimia yang dirancang dengan tiga tahap interaktif.
"Tahap pertama adalah peninjauan ulang (review) materi konfigurasi elektron. Pada tahap ini, murid secara kolaboratif mengisi konfigurasi elektron menggunakan aturan subkulit dengan memanfaatkan fitur Lab Maya di Ruang Murid pada Rumah Pendidikan," tulis Yuli.
Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga berlatih secara langsung, sehingga menambah pengalaman belajar mereka secara menyenangkan.
Siswa Diajak Paham SAins dalam Konteks Relevan
Dalam fase kedua pembelajaran, fokus tidak hanya pada konsep sains murni, tetapi juga mengaitkan dengan isu-isu global yang relevan. "Tahap kedua, murid diajak mengenal berbagai perubahan iklim global, salah satunya adalah pemanasan global (global warming). Materi ini diambil dari gim edukasi pada Ruang Murid di Rumah Pendidikan," sambungnya.
Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan dapat memahami sains dalam konteks yang lebih luas. Yuli berharap bahwa metode ini akan menumbuhkan kesadaran lingkungan pada anak-anak sejak usia dini. "Harapannya, mereka akan lebih peduli terhadap kelestarian alam demi kehidupan yang lebih baik di masa depan," ungkapnya.
Fase ketiga merupakan momen yang paling personal, yaitu saat refleksi diri. Para siswa terlihat sangat antusias saat bergantian mengekspresikan kreativitas mereka menggunakan Papan Interaktif Digital. "Tahap ketiga adalah refleksi. Semua murid merefleksikan diri dengan tema 'Aku Ingin Menjadi...' langsung di Papan Interaktif Digital," paparnya.
Menurut Yuli, refleksi ini berfungsi sebagai pemicu semangat agar siswa lebih serius dalam merencanakan masa depan mereka. "Refleksi ini mendorong murid untuk mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh demi mewujudkan cita-cita mereka. Tetap semangat anak-anakku, never stop learning, friends," pungkasnya.