Pangkalpinang Bangun BLK Jasa Berstandar Nasional, Tingkatkan Kompetensi Pencari Kerja
Pemerintah Kota Pangkalpinang membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Jasa dan Perdagangan berstandar nasional untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja, memanfaatkan gedung SKB Dinas Pendidikan.
Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengambil langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah. Mereka membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Jasa dan Perdagangan yang dirancang dengan standar nasional. Inisiatif ini bertujuan untuk membekali para pencari kerja dengan keterampilan relevan dan kompetensi yang dibutuhkan pasar.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, pada Jumat, secara resmi memutuskan penggunaan bangunan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan sebagai lokasi BLK baru ini. Keputusan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan aset yang ada. Pembangunan BLK ini diharapkan dapat menjadi pusat pelatihan unggulan di ibukota provinsi.
Fokus utama BLK Pangkalpinang adalah sektor jasa dan perdagangan, dengan harapan lulusannya tidak hanya mampu bersaing di pasar kerja lokal. Mereka juga dipersiapkan untuk dapat bekerja di perusahaan-perusahaan berskala nasional hingga internasional. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat Pangkalpinang untuk mendapatkan pekerjaan berkualitas.
Fokus Peningkatan Kualitas SDM dan Daya Saing Global
Wali Kota Saparudin menjelaskan bahwa BLK Kota Pangkalpinang akan lebih memfokuskan program pelatihannya pada sektor jasa dan perdagangan. Standar nasional yang diterapkan dalam kurikulum pelatihan diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten. Ini menjadi modal penting bagi para peserta untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Para peserta pelatihan di BLK ini tidak hanya akan memiliki kesempatan untuk melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan lokal. Mereka juga akan dipersiapkan untuk dapat melamar di perusahaan jasa dan perdagangan berskala nasional. Bahkan, peluang untuk bekerja di perusahaan internasional pun terbuka lebar bagi mereka yang berhasil menyelesaikan pelatihan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketersediaan tenaga kerja terampil akan menarik investasi baru ke daerah.
Optimalisasi Aset dan Proses Peralihan Gedung SKB
Dalam rangka mempercepat operasional BLK, Pemerintah Kota Pangkalpinang telah memutuskan untuk memanfaatkan Gedung SKB paket A, B, dan C milik Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang. Gedung ini akan diubah fungsinya menjadi pusat BLK jasa dan perdagangan berstandar nasional. Keputusan ini diambil untuk memastikan BLK dapat segera beroperasi.
Saat ini, proses peralihan aset gedung masih terus berlangsung dan diharapkan dapat selesai dalam waktu dekat. Percepatan proses ini menjadi prioritas agar program pelatihan dapat segera dimulai. Kesiapan infrastruktur menjadi kunci utama dalam keberhasilan operasional BLK.
Wali Kota Saparudin menjelaskan alasan di balik pemilihan Gedung SKB sebagai lokasi BLK. Jumlah peserta paket A, B, dan C di Kota Pangkalpinang yang semakin berkurang menjadi salah satu pertimbangan utama. Oleh karena itu, pemanfaatan gedung ini menjadi BLK adalah langkah efektif.
Ini merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah untuk mengefektifkan penggunaan Gedung SKB. Tujuannya adalah menjadikannya pusat pelatihan kerja yang produktif. Dengan demikian, kualitas dan kompetensi sumber daya manusia masyarakat di daerah ini dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews