Fakta Anggaran Rp5,3 Miliar: BLK Gorontalo Siap Cetak 1.028 Tenaga Kerja Terampil
Pemerintah Provinsi Gorontalo kebut pembangunan BLK Gorontalo dengan anggaran Rp5,3 miliar, bertekad melatih ribuan tenaga kerja lokal untuk sektor strategis. Apa saja persiapannya?
Pemerintah Provinsi Gorontalo menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal dengan memprioritaskan penyelesaian pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK). Fasilitas ini dirancang untuk menjadi pusat pelatihan bagi ribuan tenaga kerja, guna memenuhi kebutuhan sektor-sektor strategis di daerah.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, secara langsung menyampaikan permohonan dukungan anggaran sebesar Rp5,3 miliar kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor. Pertemuan penting ini berlangsung di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI) di Jakarta pada Jumat lalu.
Dukungan finansial ini krusial untuk merampungkan BLK, yang nantinya akan melatih sekitar 1.028 tenaga kerja lokal. Mereka dipersiapkan secara khusus untuk mengisi peluang di sektor pertambangan, pariwisata, infrastruktur, dan juga agro maritim, yang merupakan pilar ekonomi Gorontalo.
Percepatan Pembangunan BLK dan Target Pelatihan
Pemerintah Provinsi Gorontalo kini tengah berfokus pada penyelesaian infrastruktur BLK yang vital ini. Anggaran sebesar Rp5,3 miliar diharapkan dapat menutupi seluruh kebutuhan untuk operasional dan fasilitas pelatihan yang memadai.
Gubernur Gusnar Ismail menjelaskan bahwa BLK ini akan menjadi tulang punggung dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten. "Kita memerlukan dukungan anggaran sebesar Rp5,3 miliar untuk merampungkan BLK, yang nantinya akan melatih sekitar 1.028 tenaga kerja lokal yang dipersiapkan di sektor pertambangan, pariwisata, infrastruktur dan agro maritim," ujar Gusnar Ismail dari Jakarta.
Pertemuan dengan Wamenaker Afriansyah Noor tidak hanya dihadiri oleh Wamenaker, tetapi juga oleh Sekretaris Jenderal Kemenaker, Dirjen Bina Lembaga Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Bina Lavotas), serta beberapa direktur terkait. Diskusi ini membahas secara mendalam rencana peningkatan pelatihan tenaga kerja dan penguatan peran BLK Gorontalo sebagai pusat pengembangan keterampilan.
Pemprov Gorontalo berharap kolaborasi ini dapat mempercepat realisasi BLK. Keberadaan BLK Gorontalo sangat penting untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil, produktif, dan memiliki daya saing tinggi, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.
Dukungan Pusat dan Program Magang Nasional 2025
Menanggapi permohonan dari Pemprov Gorontalo, Wamenaker Afriansyah Noor menyatakan dukungannya penuh terhadap inisiatif ini. "Kami sangat mendukung upaya Gubernur Gorontalo dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja daerah," kata Afriansyah Noor.
Wamenaker menambahkan bahwa untuk operasional workshop, Surat Keputusan (SK) Dirjen akan segera diterbitkan, sambil menunggu terbitnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pusat (SOTK UPTP) BLK Gorontalo. Dukungan ini menunjukkan komitmen Kemenaker dalam mendukung pengembangan BLK di daerah.
Selain fokus pada pembangunan BLK, Gubernur Gusnar Ismail juga memaparkan perkembangan program Magang Nasional Provinsi Gorontalo 2025. Program ini telah menyiapkan kuota sebanyak 300 peserta yang saat ini sedang dalam proses verifikasi di 10 perusahaan mitra.
Program pelatihan dan magang ini merupakan langkah strategis untuk memastikan pemuda Gorontalo lebih siap memasuki dunia kerja, khususnya di sektor-sektor potensial yang sedang berkembang pesat. Kolaborasi dengan Kemenaker diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program magang nasional dan menciptakan tenaga kerja yang berkualitas.
Beberapa poin penting terkait upaya Pemprov Gorontalo dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja:
- Anggaran yang dibutuhkan untuk merampungkan BLK: Rp5,3 miliar.
- Target tenaga kerja yang akan dilatih: sekitar 1.028 orang.
- Sektor prioritas pelatihan: pertambangan, pariwisata, infrastruktur, dan agro maritim.
- Program Magang Nasional Gorontalo 2025: kuota 300 peserta.
- Jumlah perusahaan mitra magang: 10 perusahaan.
Sumber: AntaraNews