Pameran World Press Photo 2025: Potret Realitas Dunia dari Gaza hingga Amazon
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen membuka Pameran World Press Photo 2025 di Jakarta, menampilkan potret dunia apa adanya dari kehancuran Gaza hingga perjuangan di Amazon.
Pameran World Press Photo (WPP) 2025 secara resmi dibuka di Erasmus Huis, Jakarta, pada Kamis malam, 21 November. Acara ini akan berlangsung hingga 20 Desember 2025, menawarkan sebuah jendela ke berbagai realitas di seluruh penjuru dunia.
Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, menegaskan bahwa foto-foto yang dipamerkan menghadirkan gambaran dunia apa adanya. Karya-karya tersebut memperlihatkan realitas yang terjadi di berbagai belahan dunia, dari konflik hingga perjuangan hidup.
Pameran ini menampilkan 42 karya fotografer terbaik dunia, yang dipilih melalui proses seleksi ketat dari puluhan ribu entri. Tujuannya adalah untuk menggali akar permasalahan isu global dan menunjukkan dampak nyata dari perilaku manusia.
Mengungkap Realitas Global Melalui Lensa Fotografi
Dubes Marc Gerritsen menyebut karya-karya fotografi ini sebagai kisah-kisah penting yang harus diceritakan kepada publik luas. Ia menyoroti beragam isu, mulai dari kehancuran yang terjadi di Jalur Gaza, potret pemimpin oposisi dalam perang di Ukraina, hingga perjuangan masyarakat adat di wilayah Amazon.
Dalam sambutannya saat pembukaan pameran, Gerritsen menyatakan, "Potret-potret ini menunjukkan dunia apa adanya, luas, indah, menyakitkan, dan tragis." Pernyataan ini menggarisbawahi spektrum emosi dan kondisi yang tergambar dalam setiap foto yang dipamerkan.
Pameran World Press Photo 2025 juga menggali penyebab mendasar dari sejumlah isu global yang mendesak, seperti perubahan iklim dan merosotnya keanekaragaman hayati. Ini menunjukkan bahwa pameran tidak hanya sekadar menampilkan visual, tetapi juga mendorong refleksi mendalam.
Gerritsen menekankan bahwa berbagai persoalan tersebut pada akhirnya kembali pada perilaku manusia. Foto-foto yang disajikan secara jelas memperlihatkan sejauh mana dampak, baik positif maupun negatif, yang ditimbulkan oleh tindakan dan keputusan kolektif umat manusia.
Karya Pemenang dan Representasi Indonesia di Pameran World Press Photo 2025
Pameran WPP tahun ini menampilkan karya dari 42 fotografer terbaik dunia yang berhasil lolos seleksi ketat. Proses penjurian melibatkan evaluasi terhadap 59.320 karya foto yang dikirimkan oleh 3.778 fotografer dari 141 negara berbeda.
Karya-karya pemenang yang dipamerkan menyoroti berbagai isu penting dan relevan secara global. Isu-isu tersebut mencakup krisis iklim yang semakin mendesak, dampak devastasi perang di Jalur Gaza, serta perjuangan para migran yang melintasi Amerika Selatan demi mencari kehidupan yang lebih baik.
Selain fotografer dari Afrika, Eropa, Amerika Utara dan Tengah, Amerika Selatan, serta Asia Barat, Tengah, dan Selatan, ada kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Penghargaan foto tunggal untuk kawasan Asia Pasifik dan Oseania tahun ini diraih oleh fotografer Indonesia, Mas Agung Wilis Yudha Baskoro.
Mas Agung menampilkan sebuah esai foto yang menggambarkan dampak pertambangan nikel di Pulau Halmahera. Dalam karyanya, terekam sejumlah pekerja tambang di dalam kendaraan, dengan latar belakang dua cerobong Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara, sebuah potret kontras antara pembangunan dan lingkungan.
Sumber: AntaraNews