Wali Kota Bandung Apresiasi Pameran Foto Prabowo-Gibran oleh ANTARA di Museum Kota

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi pameran foto "Haluan Merah Putih, Satu Tahun Prabowo-Gibran" oleh ANTARA, yang mendokumentasikan capaian pemerintah selama setahun.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wali Kota Bandung Apresiasi Pameran Foto Prabowo-Gibran oleh ANTARA di Museum Kota
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi Pameran Foto Prabowo-Gibran oleh ANTARA di Museum Kota Bandung, menyoroti dokumentasi setahun kinerja pemerintah. (AntaraNews)

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan apresiasi tinggi terhadap pameran foto bertajuk “Haluan Merah Putih, Satu Tahun Prabowo–Gibran”. Pameran ini diselenggarakan oleh Kantor Berita ANTARA di Museum Kota Bandung. Acara ini berlangsung mulai tanggal 14 hingga 21 November 2025.

Pameran tersebut secara khusus menampilkan dokumentasi visual kegiatan Presiden, Wakil Presiden, serta jajaran pemerintah. Ini mencakup berbagai program prioritas yang telah dijalankan selama satu tahun masa kepemimpinan mereka. Farhan menilai inisiatif ini sangat penting.

Menurut Farhan, dokumentasi ini menjadi rujukan berharga untuk memahami pencapaian dan pekerjaan yang telah dilakukan pemerintahan Prabowo-Gibran. Pameran ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif kepada masyarakat luas.

Pameran Foto Prabowo-Gibran Sebagai Dokumentasi Penting Capaian Pemerintah

Muhammad Farhan menegaskan bahwa dokumentasi visual yang disajikan oleh ANTARA memiliki nilai strategis. Ini berfungsi sebagai penanda capaian dan kerja keras pemerintah selama satu tahun pertama masa jabatan Prabowo–Gibran. Pameran ini memberikan perspektif yang jelas mengenai kinerja mereka.

"Ini menjadi dokumentasi penting bagi kita untuk mengetahui apa saja sebetulnya benchmark ataupun hal-hal yang telah dicapai dan dikerjakan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran selama satu tahun,” kata Farhan di Museum Kota Bandung, Jumat. Pernyataan ini menggarisbawahi relevansi pameran tersebut.

Wali Kota Bandung juga menyoroti peran jurnalisme dalam penyampaian informasi. “Pada kesempatan ini, kehadiran ANTARA bersama kita menunjukkan bahwa jurnalisme adalah salah satu metode terbaik untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat,” ujarnya. Hal ini memperkuat kredibilitas informasi yang disajikan.

Melalui 65 karya jurnalistik foto, pameran ini menyajikan narasi visual yang kuat. Setiap foto dipilih untuk merepresentasikan momen-momen kunci dan kebijakan penting dari pemerintahan yang sedang berjalan. Ini adalah upaya untuk transparansi dan akuntabilitas publik.

Rekam Jejak Visual Dinamika Demokrasi dan Peran Pameran Foto

Farhan memandang pameran foto ini lebih dari sekadar pajangan karya seni visual. Ia menganggapnya sebagai rekam jejak visual yang secara jujur memotret dinamika sosial yang terjadi di Indonesia. Ini termasuk berbagai respons dan pandangan dari masyarakat.

Secara khusus, pameran ini juga mencakup representasi ketidakpuasan publik, yang menurut Farhan merupakan bagian integral dari proses demokrasi. Aspek ini penting untuk menunjukkan bahwa kritik adalah bagian dari sistem pemerintahan yang sehat.

“Ini rekaman abadi dalam benak dan pengarsipan kita bahwa ketidakpuasan itu masih ada di negara ini. Itu nyata bagian dari demokrasi dan menjadi ujian kekuatan kepemimpinan mereka yang terpilih,” katanya. Pernyataan ini menyoroti kematangan demokrasi Indonesia.

Pameran foto Prabowo-Gibran ini, dengan segala dimensinya, menjadi cerminan dari kompleksitas tata kelola negara. Ia menunjukkan bahwa pemerintahan yang kuat harus siap menghadapi berbagai tantangan dan masukan dari rakyatnya.

Kolaborasi ANTARA dan Museum Kota Bandung untuk Ruang Inklusif

Kolaborasi antara Kantor Berita ANTARA dan Museum Kota Bandung dalam penyelenggaraan pameran ini patut diapresiasi. Farhan menyoroti bagaimana kerja sama ini menjadikan museum semakin aktif sebagai ruang publik yang inklusif dan relevan.

"Selama tujuh hari ke depan, sampai akhir pekan, Bandung akan ramai oleh berbagai event. Dan ini adalah salah satu event yang sangat penting,” ujar Farhan, menunjukkan antusiasme terhadap acara ini. Pameran ini menambah semarak agenda kota.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perum LKBN ANTARA, Nina Kurnia Dewi, mengungkapkan kebanggaannya dapat berkontribusi dalam pameran ini. Sebanyak 73 pewarta ANTARA terlibat aktif dalam pengumpulan dan penyajian dokumentasi tersebut.

Nina Kurnia Dewi juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kota Bandung atas dukungan dan penyediaan lokasi. "Terima kasih tentu saja kepada Pemerintah Kota Bandung. Kami memang memilih kota yang punya sejarah panjang, apalagi kita menempati ruangan yang menjadi aset pemda,” ujarnya, menekankan pemilihan lokasi yang strategis.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi