Pakar ITB Puji Aksi Mentan Amran Bantu Korban Banjir Sumatera, Kumpulkan Rp75,85 Miliar
Pakar ITB Mariana Marselina menyoroti Aksi Mentan Amran Sulaiman melalui program Kementan Peduli yang berhasil menggalang Rp75,85 miliar untuk korban banjir Sumatera, dinilai patut dicontoh.
Pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Mariana Marselina, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Inisiasi ini berupa penggalangan donasi cepat melalui program "Kementan Peduli" untuk membantu pemulihan korban banjir dan longsor di Pulau Sumatera.
Menurut Mariana, langkah cepat dan kepedulian dalam menginisiasi donasi kemanusiaan bagi korban bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini dapat menjadi contoh konkret. Hal ini menunjukkan bagaimana pemerintah dapat bergerak cepat dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam sektor kebutuhan pangan.
Aksi Mentan Amran ini berhasil mengumpulkan dana fantastis sebesar Rp75,85 miliar. Keberhasilan penggalangan dana dalam waktu singkat ini menunjukkan kepekaan sosial dan keteladanan yang patut dicontoh oleh jajaran Kementerian Pertanian.
Inisiasi Cepat Kementan Peduli untuk Korban Bencana
Mariana Marselina menegaskan bahwa program "Kementan Peduli" ini layak menjadi teladan. Respons cepat terhadap bencana di Sumatera sangat krusial, mengingat banyak masyarakat yang memerlukan penanganan segera, khususnya terkait kebutuhan pangan.
Langkah konkret yang diambil Kementan di bawah kepemimpinan Mentan Amran Sulaiman ini mampu menggalang donasi besar dalam waktu yang relatif singkat. Mariana menyatakan, “Ini patut dicontoh karena di sana banyak masyarakat yang perlu mendapat penanganan cepat (terutama di sektor kebutuhan pangan).”
Kecepatan dalam mengumpulkan donasi kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini adalah bukti nyata komitmen. Ini merupakan upaya membantu masyarakat secara efektif dan efisien, menunjukkan bahwa solidaritas dapat terwujud dengan cepat saat dibutuhkan.
“Ini langkah yang sangat kongkrit karena donasi besar yang terkumpul digalang dalam waktu yang juga sangat cepat,” tambah Mariana, menyoroti efektivitas program ini.
Solidaritas Internal dan Kepercayaan Pemangku Kepentingan
Gerak cepat Mentan Amran dalam menggalang dana menunjukkan kepekaan sosial yang tinggi dan menjadi teladan bagi seluruh jajaran Kementerian Pertanian. Inisiatif ini berhasil mengumpulkan donasi signifikan hanya dalam satu jam setelah pidato Mentan Amran.
Keberhasilan ini mengingatkan kembali semangat donasi besar yang terjadi saat bencana Palu beberapa tahun lalu, di mana Mentan Amran juga berperan aktif. Saat itu, donasi untuk bencana Palu mencapai Rp50 miliar dalam waktu singkat.
Kini, inisiasi serupa kembali menggugah solidaritas internal Kementan dan para pemangku kepentingan untuk korban bencana di wilayah Sumatera. Mariana menilai, kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap Kementan turut memperkuat besarnya respons donasi yang terkumpul.
Integritas Mentan Amran yang dikenal tidak pernah meminta atau menerima pemberian dari pihak manapun, mencerminkan keteladanan. “Selama ini Mentan Amran yang dikenal tidak pernah meminta atau menerima pemberian apa pun dari pihak manapun, mencerminkan integritas lembaga dan keteladanan dalam menjaga amanah jabatan sebagai pelayan publik,” jelas Mariana.
Wujud Nyata Kepedulian dan Transparansi Donasi
Aksi kemanusiaan yang digagas oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berhasil menghimpun dana bantuan sebesar Rp75,85 miliar. Dana ini ditujukan untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas seluruh pemangku kepentingan.
Donasi yang terkumpul juga mencerminkan keikhlasan para pegawai Kementan. Beragam nominal sumbangan, mulai dari Rp50 ribu, Rp100 ribu, hingga Rp200 ribu, menunjukkan bahwa kontribusi dilakukan tanpa paksaan dan murni didorong oleh rasa kemanusiaan.
Acara penggalangan dana ini digelar secara terbuka dan realtime di Aula Gedung F Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, pada Selasa (2/12). Kegiatan ini diikuti oleh pegawai Kementan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta para mitra usaha sektor pertanian.
Mentan Amran menekankan semangat kebersamaan dalam aksi ini, “Berapa pun kami terima. Ini semua niat baik kita semua untuk membantu rakyat.” Mariana menegaskan kembali bahwa apa yang dilakukan Mentan Amran dan jajaran Kementan adalah contoh nyata solidaritas aparatur negara. “Ini patut dicontoh dan karena apa yang dilakukan berlangsung dalam waktu cepat. Langkah yang sangat kongkrit membantu sesama yang tertimpa bencana,” pungkasnya.
Sumber: AntaraNews