Bapersipil Tegaskan Dukungan Penuh untuk Pemerintah dalam Penanganan Bencana di Sumatera, Tolak Keras Politisasi
Bapersipil tegaskan dukungan penuh pemerintah dalam penanganan bencana di Sumatera, menolak keras politisasi musibah demi menjaga solidaritas nasional dan kemurnian aksi kemanusiaan.
Barisan Penggerak Supremasi Sipil (Bapersipil) secara terbuka menyatakan dukungan penuh kepada pemerintah Indonesia dalam upaya penanganan bencana alam yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada Jumat, 16 Januari 2026, oleh Penggagas Bapersipil, Ade Adriansyah, sebagai respons terhadap kondisi darurat di sejumlah provinsi tersebut. Organisasi ini menekankan pentingnya solidaritas nasional dalam menghadapi musibah yang menjadi duka bersama seluruh bangsa.
Ade Adriansyah menegaskan bahwa bencana merupakan ujian solidaritas nasional yang seharusnya menyatukan seluruh elemen bangsa, bukan dimanfaatkan sebagai alat kepentingan politik jangka pendek. Ia mengkritik pihak-pihak yang masih sibuk menempelkan label politik di atas penderitaan rakyat, menilai tindakan tersebut mencederai nilai kemanusiaan. Bapersipil mengajak seluruh komponen bangsa, termasuk pimpinan organisasi sosial dan politik, untuk menjaga kemurnian aksi kemanusiaan dari agenda tersembunyi.
Dalam konteks ini, Bapersipil menyatakan kesiapan untuk berada di garda terdepan dalam mendukung langkah-langkah penanganan bencana sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara. Organisasi ini juga menyerukan agar tidak ada pihak yang sengaja memprovokasi situasi di tengah suasana duka nasional yang membutuhkan ketenangan dan kerja sama. Mereka mengingatkan bahwa provokasi yang terus dipaksakan akan menghadapi konsekuensi sosial dan hukum.
Solidaritas Nasional di Tengah Bencana
Ade Adriansyah menyoroti bahwa musibah bencana alam harus dipandang sebagai duka bangsa yang memerlukan empati dan tindakan nyata, bukan sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan politik. Eksploitasi penderitaan masyarakat demi elektabilitas dianggap sebagai tindakan yang sangat memprihatinkan dan tidak etis. Bapersipil berpandangan bahwa setiap upaya bantuan kemanusiaan harus murni dan bersih dari segala bentuk atribut atau pesan politik praktis.
Organisasi ini secara tegas mengingatkan semua pihak untuk tidak membebani kerja keras para petugas di lapangan dengan kegaduhan politik yang tidak perlu. Mereka menekankan bahwa tim penanganan bencana memiliki batas lelah dan keluarga yang menanti, sehingga stabilitas dan fokus pada penanganan adalah prioritas utama. Ajakan untuk menjaga kemurnian aksi kemanusiaan ini menjadi inti dari pesan Bapersipil kepada seluruh elemen masyarakat.
Selain itu, Bapersipil juga mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap penyebaran hoaks dan narasi menyesatkan yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional. Masyarakat diimbau untuk tetap kritis dan waspada terhadap setiap aksi kemanusiaan yang mungkin memiliki agenda politik terselubung. Hal ini penting untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan tanpa ditunggangi kepentingan lain.
Apresiasi dan Seruan Menjaga Stabilitas
Bapersipil menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI, Polri, tim SAR, serta para relawan yang telah terlibat langsung di lapangan dalam penanganan bencana. Mereka dinilai telah mengorbankan tenaga, waktu, bahkan keselamatan pribadi demi menyelamatkan sesama yang terdampak musibah. Pengorbanan ini merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong dan kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi.
Organisasi ini secara khusus menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas di lokasi bencana agar tim penanganan dapat bekerja secara optimal tanpa gangguan. Kegaduhan politik atau upaya provokasi hanya akan memperlambat proses pemulihan dan menambah beban bagi korban bencana. Oleh karena itu, Bapersipil menyerukan agar semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat memecah belah persatuan.
Mustafa Khaidir, Pengurus Bapersipil, menambahkan bahwa sikap organisasi ini adalah “pasang badan” untuk Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi upaya politisasi bencana. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang mempolitisasi bencana dan menyebarkan hoaks negatif merupakan ancaman serius bagi persatuan bangsa. Bapersipil berkomitmen untuk melawan segala bentuk upaya yang dapat merongrong stabilitas nasional di masa sulit ini.
Agenda Strategis Bapersipil Menuju Deklarasi Nasional
Di samping dukungan penanganan bencana, Pengurus Bapersipil Mustafa Khaidir juga mengumumkan sejumlah agenda strategis yang telah disusun. Agenda ini merupakan hasil konsolidasi organisasi di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor, yang akan mengarah pada Deklarasi Nasional Bapersipil pada tahun 2026. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen Bapersipil terhadap penguatan supremasi sipil di Indonesia.
Agenda tersebut mencakup diskusi publik bertajuk “Diskusi Tanpa Baper” yang akan diselenggarakan di Kabupaten Bogor, bertujuan untuk membuka ruang dialog konstruktif tanpa prasangka. Selain itu, akan ada “roadshow” nasional untuk memperkuat basis gerakan sipil di berbagai daerah, serta dialog reformasi dan supremasi sipil yang membahas isu-isu krusial. Kegiatan ini dirancang untuk membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan strategis Bapersipil ini akan ditutup dengan acara Kemah Kebangsaan dan Ikrar Persatuan Indonesia. Acara puncak ini akan mengusung semangat gotong royong sebagai solusi utama dalam mengatasi berbagai persoalan kebangsaan. Mustafa Khaidir menekankan, “Jangan jadikan air mata rakyat sebagai anak tangga kekuasaan. Biarkan kemanusiaan yang menang,” menggambarkan filosofi gerakan mereka.
Sumber: AntaraNews