Warga dan TNI Bangun Masjid Darurat di Tetingi Aceh, Wujud Solidaritas Pasca-Bencana

Solidaritas Warga dan TNI AD di Aceh terjalin erat. Mereka bergotong royong membangun masjid darurat di Tetingi Aceh pasca-bencana, memastikan ibadah tetap nyaman dan pemulihan berjalan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Warga dan TNI Bangun Masjid Darurat di Tetingi Aceh, Wujud Solidaritas Pasca-Bencana
Solidaritas Warga dan TNI AD di Aceh terjalin erat. Mereka bergotong royong membangun masjid darurat di Tetingi Aceh pasca-bencana, memastikan ibadah tetap nyaman dan pemulihan berjalan. (AntaraNews)

Personel TNI Angkatan Darat (TNI AD) bersama warga Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Gayo Lues, Aceh, menunjukkan semangat gotong royong luar biasa. Mereka bahu-membahu membangun masjid darurat di Tetingi Aceh untuk memastikan kenyamanan beribadah pasca-bencana yang melanda wilayah tersebut. Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen pemulihan di daerah terdampak.

Pembangunan masjid sementara ini telah dimulai sejak awal pekan dan terus berlanjut hingga Minggu (1/2). Prajurit TNI AD dari Yonif TP 855/Raksaka Dharma aktif mempersiapkan lahan dengan menyekop tanah, bekerja sama dengan masyarakat setempat. Upaya ini bertujuan mempercepat proses pemulihan sosial dan spiritual komunitas yang terdampak bencana.

Selain pembangunan masjid, personel TNI AD juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial lainnya di Desa Tetingi. Mereka membersihkan lingkungan sekolah, memperbaiki instalasi listrik di puskesdes, serta menggali sumur air bersih bagi warga. Tindakan ini merupakan bagian integral dari dukungan TNI AD untuk masyarakat dalam menghadapi masa sulit.

Komitmen TNI AD dalam mendukung pemulihan warga terdampak bencana tidak hanya terbatas pada pembangunan masjid darurat di Tetingi Aceh. Di berbagai lokasi lain, personel TNI AD juga membersihkan rumah warga, sekolah, dan pondok pesantren, serta fasilitas umum lainnya. Mereka juga aktif memperbaiki jalan dan membangun jembatan yang rusak akibat bencana.

Lebih lanjut, upaya pemulihan juga mencakup pembangunan hunian sementara dan tetap bagi korban bencana. Langkah-langkah ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam mendukung pemulihan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah menegaskan tidak akan meninggalkan masyarakat yang sedang kesusahan.

Presiden RI Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa pemerintah tak akan meninggalkan masyarakat yang sedang kesusahan. Pernyataan ini memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian yang ditunjukkan oleh prajurit TNI AD dan warga. Ini menunjukkan bahwa pemulihan pasca-bencana adalah prioritas utama bagi seluruh elemen bangsa.

Sebelumnya, personel TNI dan warga bersinergi untuk mempercepat proses perbaikan jembatan-jembatan di Aceh. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari pasca-bencana banjir dan longsor yang meluluhlantakkan wilayah tersebut. Perbaikan jembatan sangat krusial untuk konektivitas dan ekonomi lokal.

Sinergi tersebut tampak jelas di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, pada Sabtu (31/1). Para prajurit TNI bergotong royong dengan warga setempat untuk mengangkut material dan mengecor fondasi jembatan. Kerja sama ini memastikan bahwa perbaikan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.

Pemandangan serupa juga terlihat di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Bersama warga setempat, para prajurit TNI sedang mengecor fondasi untuk jembatan gantung. Demikian pula di Desa Ara Bungong, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, prajurit bahu-membahu dengan warga setempat untuk membangun jembatan gantung dan menyelesaikan bagian fondasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi