Pakar IT Ingatkan Waspada Penipuan Jelang Lebaran, Modus Kian Canggih
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat diimbau untuk Waspada Penipuan Jelang Lebaran dengan modus baru yang mengincar transaksi digital dan komunikasi. Simak tips pencegahannya agar terhindar dari kerugian.
Pakar teknologi informasi dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Peringatan ini terkait berbagai modus penipuan melalui nomor telepon seluler, baik WhatsApp maupun layanan pesan singkat (SMS).
Kewaspadaan ini menjadi sangat krusial terutama menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri. Aktivitas transaksi digital dan komunikasi masyarakat cenderung meningkat signifikan pada periode tersebut.
Kondisi ini kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai modus penipuan yang semakin kreatif dan menekan psikologis korban. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal guna Waspada Penipuan Jelang Lebaran.
Modus Penipuan Digital Kian Beragam Jelang Lebaran
Supangat menjelaskan bahwa modus penipuan melalui nomor HP kini semakin kreatif dan sering kali menekan psikologis korban. Para pelaku kejahatan siber memanfaatkan momen peningkatan transaksi digital dan komunikasi masyarakat menjelang Lebaran untuk melancarkan aksinya.
Salah satu modus umum adalah pengiriman tautan atau file berbahaya. File dengan format aplikasi (.apk) sering digunakan untuk menyebarkan malware atau mencuri data penting dari perangkat korban. Masyarakat perlu mengenali ciri-ciri pesan penipuan agar dapat Waspada Penipuan Jelang Lebaran.
Penipu juga kerap menggunakan teknik rekayasa sosial, seperti mengaku sebagai teman atau keluarga yang sedang dalam kesulitan. Mereka menciptakan situasi darurat untuk memancing korban agar segera mentransfer uang atau membagikan informasi pribadi, sebuah taktik licik dalam penipuan online.
Pencegahan utama adalah tidak sembarangan mengklik tautan atau mengunduh file dari pesan yang dikirim oleh nomor tidak dikenal. Verifikasi selalu menjadi langkah krusial untuk menghindari jebakan penipu yang terus berkembang, terutama saat Waspada Penipuan Jelang Lebaran.
Pentingnya Verifikasi dan Perlindungan Data Pribadi
Untuk mengidentifikasi nomor pengirim yang mencurigakan, masyarakat disarankan memanfaatkan aplikasi identifikasi nomor seperti GetContact atau Truecaller. Jika sebuah nomor banyak ditandai sebagai penipu oleh pengguna lain, sebaiknya segera diblokir untuk mencegah potensi kerugian.
Selain itu, Supangat menekankan pentingnya melakukan verifikasi langsung jika ada pihak yang mengaku sebagai teman atau anggota keluarga dalam kondisi darurat. "Jika ada yang mengaku teman atau keluarga dan meminta bantuan mendesak, sebaiknya matikan telepon terlebih dahulu lalu hubungi nomor asli yang bersangkutan atau orang terdekatnya untuk memastikan kebenaran informasi," ujarnya.
Menjaga kerahasiaan data pribadi juga menjadi kunci utama dalam upaya Waspada Penipuan Jelang Lebaran. Kode One Time Password (OTP), Personal Identification Number (PIN), dan kata sandi akun tidak boleh dibagikan kepada siapapun, bahkan kepada pihak yang mengaku dari lembaga resmi.
Lembaga resmi seperti bank atau perusahaan niaga elektronik (marketplace) tidak pernah meminta data rahasia tersebut melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan. "Jika ada pihak yang meminta OTP, PIN, atau password melalui pesan atau telepon, hampir dapat dipastikan itu adalah upaya penipuan," kata Supangat.
Sumber: AntaraNews