Musim Hujan, 23 Wilayah di Jakarta Ini Waspada Longsor Selama Januari 2026
Puluhan wilayah itu masuk dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memetakan 23 kecamatan di wilayah ibu kota rawan longsor selama Januari 2026. Puluhan wilayah itu masuk dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi.
Berdasarkan laman BPBD DKI, wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur menjadi area dengan titik kerawanan terbanyak. Hal ini berdasarkan hasil analisis tumpang susun (overlay) peta zona kerentanan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan prakiraan curah hujan bulanan BMKG.
"Beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di zona menengah-tinggi," demikian keterangan BPBD DKI tersebut, Kamis (22/1).
Daftar Wilayah Rawan Longsor
Data BPBD menunjukkan sebaran wilayah terdampak mencakup 10 kecamatan di Jakarta Selatan, 10 kecamatan di Jakarta Timur, dua kecamatan di Jakarta Barat, dan satu kecamatan di Jakarta Pusat.
10 wilayah rawan longsor di Jakarta Selatan, meliputi Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan, dan Tebet.
Sementara itu, di Jakarta Timur mencakup Cakung, Cipayung, Ciracas, Duren Sawit, Jatinegara, Kramat Jati, Makasar, Matraman, Pasar Rebo, hingga Pulogadung.
Kemudian, zona menengah didefinisikan sebagai area yang berpotensi terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, dan tebing jalan. Sedangkan pada zona tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD DKI menginstruksikan kepada para camat, lurah, dan masyarakat di wilayah rawan untuk meningkatkan antisipasi, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah-wilayah sensitif lereng dan bantaran sungai.