Murid SMAN 17 Makassar juga Terancam Tak Bisa Daftar SNBP, Orang Tua Demo Sekolah: Mereka Lalai Input Data
Orang tua murid menilai ada kesalahan besar dilakukan oleh SMAN 17 Makassar sehingga tidak mendaftarkan 145 siswa untuk ikut SNBP.
Sejumlah orang tua murid Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 17 Makassar melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Rabu (5/2). Aksi dilakukan setelah anak-anak mereka terancam tidak bisa mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akibat sekolah lalai menginput data siswa.
Salah satu orang tua siswa, Azhar Ghazali mengaku sangat menyayangkan kejadian ini. Azhar menganggap ada kesalahan besar dilakukan oleh SMAN 17 Makassar sehingga tidak mendaftarkan 145 siswa untuk ikut SNBP.
"Kami dari orang tua, mereka kami anggap lalai. Karena rentang waktu yang diberikan sebenarnya cukup panjang dari pemerintah yaitu Kementerian Pendidikan untuk bisa menginput data dari awal sampai akhir Januari tetapi itu tidak dipenuhi oleh mereka," ujarnya kepada wartawan.
Azhar mengaku tidak mengetahui penyebab Kepala SMAN 17 Makassar terlambat menginput data siswa berprestasi untuk mengikuti SNBP. Azhar mengaku Kepala SMAN 17 Makassar sudah mengakui kesalahannya dan lalai untuk menginput data siswa untuk mengikuti SNBP.
"Pihak sekolah tadi ternyata mengakui kesalahannya dan lalai dalam melaksanakan tugasnya. Tetapi tidak cukup sampai di situ saja kami juga harus berkoordinasi dengan instansi terkait, makanya kami datang ke sini (Kantor Disdik Sulsel)," sebutnya.
Setelah berkoordinasi dengan Disdik Sulsel, Azhar mengaku permasalahan seperti ini ternyata bukan hanya terjadi di SMAN 17 Makassar. Bahkan, kata Azhar, ada ratusan SMAN di Sulsel yang juga terlambat menginput data siswa untuk mengikuti SNBP.
"Tadi kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah, ada ratusan sekolah yang juga terlambat menginput data siswa. Tapi kami ini hanya fokus ada masalah di SMAN 17 Makassar ini," tegasnya.
Ia menambahkan permasalahan ini sudah menjadi perhatian Pemprov Sulsel. Azhar mengaku Pemprov Sulsel sudah mengirimkan surat ke Kementerian Pendidikan Tinggi dan Saintek untuk memperpanjang penginputan data siswa.
"Kita tinggal menunggu respon dari surat yang dikirim oleh Pemprov Sulsel karena ini sudah turun langsung. Ini sangat penting sekali, karena menyangkut 145 siswa yang tercatat eligible tapi tidak bisa melakukan proses selanjutnya akibat di kelalaian sekolah," ucapnya.
Sementara Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMAN 17 Makassar, Abu Hanafi mengakui ada kelalaian sehingga ada keterlambatan untuk mengisi data 145 siswanya mengikuti SNBP.
"Pihak kami yang terlambat, untuk sementara kami berupaya dan mudah-mudahan bisa," kata Abu.
Abu mengaku saat ini sekolah sudah tidak bisa mengunggah data 145 siswa ke PDSS. Abu mengaku batas untuk mengunggah nilai siswa sampai 31 Januari 2025.
"Untuk sementara, kita masih mencari jalan terbaik agar bisa mengakses dulu untuk meng-upload nilainya. Lambat di-upload sehingga waktu yang diberikan lewat, batasnya itu tanggal 31 (Januari) kemarin," tuturnya.
Ia merinci dari 145 siswanya tersebut terdiri dari 10 kelas jurusan IPA dan IPS dari total 360 siswa.
"Untuk hasilnya ke depan kita tunggu. Kita sudah berupaya masuk ke aksesnya dan diterima kita punya nilai," ucapnya.