Viral Guru di Purbalingga Minta Maaf ke Siswa yang Demo karena Gagal Ikut SNBP Buntut Kelalaian Sekolah

Terlihat dua guru laki-laki mengenakan seragam tengah menggandeng guru perempuan untuk menjelaskan duduk permasalahannya.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Viral Guru di Purbalingga Minta Maaf ke Siswa yang Demo karena Gagal Ikut SNBP Buntut Kelalaian Sekolah
Ratusan siswa SMAN 4 Karawang gagal daftar SNBP karena dugaan kelalaian sekolah dalam pengisian PDSS, memicu aksi protes orang tua dan siswa. (© 2025 Antaranews)

Viral video memperlihatkan dua guru di SMK Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah menemui dan meminta maaf kepada siswa yang menggelar aksi protes terhadap oknum guru baru yang tidak profesional. Sebab dia dianggap telat menyelesaikan finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Dalam rekaman video itu, terlihat dua guru laki-laki mengenakan seragam tengah menggandeng guru perempuan untuk menjelaskan duduk permasalahannya.

Siswa yang tidak terima meminta guru yang dianggap lalai kinerjanya untuk tidak lagi bekerja. Sebab, kelalaian itu berdampak pada ratusan siswa tidak masuk dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.

"Kalau tidak bisa kerja mending bali (pulang) aja, tidak usah kerja," kata siswa dalam unggahan video Instagram dengan akun @pembasmi.kehaluan.reall.

Kepala Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah, Siti Farida mengatakan ada dua sekolah di Jateng yang gagal melakukan finalisasi PDSS di antaranya SMKN 2 Surakarta juga di Bukateja, Purbalingga. Maka, ia meminta Pemprov Jateng untuk mencari oknum yang melakukan kelalaian.

"Kami minta harus dicari tahu siapa yang lalai. Kalau dia terbukti guru PNS harus ada pemeriksaan disiplin atasan atau kepala sekolah, pemeriksaan internal lah. Ada pertanggungjawaban, antara lain pemberian sanksi ke petugas yang terbukti melakukan kelalaian," kata Siti Farida.

Dia juga meminta dinas melakukan pendampingan psikologis bagi siswa. Sebab, kelalaian dari pihak sekolah ini bisa membuat murid kecewa dan berpotensi mengalami depresi.

"Ketiga harus ada recovery, pendampingan bimbingan dan pulihkan psikologisnya,” ungkapnya.

Disdikbud Jateng Minta Dispensasi Kemendikdasmen

Sementara itu Kepala Disdikbud Jateng, Uswatun Hasanah mengaku telah berkonsultasi dan memohon dispensasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Keputusan bahwa penutupan PDSS setelah dilakukan perpanjangan waktu bersifat final," kata Uswatun dalam keterangannya.

Pihak dinas tidak bisa memantau terkait sekolah mana saja di Jateng yang dianggap gagal melakukan finalisasi PDSS. Sebab tidak punya akses untuk memantau sistem secara detail. Maka Dinas mendorong siswa yang gagal mengikuti proses seleksi SNBP untuk tetap mengikuti metode seleksi masuk perguruan tinggi lainnya.

"Seperti UTBK-SNBT dan Mandiri yang menyediakan kuota sebesar 80 persen dari daya tampung masing-masing perguruan tinggi negeri," ungkapnya.

Apa Itu SNBP?

SNBP bertujuan memberi kesempatan bagi siswa berprestasi untuk masuk perguruan tinggi negeri tanpa tes. Seleksi ini mewajibkan sekolah mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

"Jadwal pengisian PDSS semula 6-31 Januari 2025 dan diberikan perpanjangan hingga tanggal 2 Februari 2025 pukul 15.00 WIB, khusus terbatas pada tahapan finalisasi akhir, bukan input data," ujarnya.

Beberapa sekolah yang gagal melakukan finalisasi PDSS hingga ditutupnya sistem aplikasi karena adanya yang didaftarkan sesuai kriteria melakukan pengunduran diri sehingga sekolah harus mengganti siswa untuk memenuhi kuota.

"Sekolah melakukan isian PDSS dengan metode impor data siswa dan dilaksanakan pada tanggal akhir, ini tidak efektif dan berpotensi gagal tinggi. Intinya kurangnya koordinasi secara berkelanjutan dari pihak satuan pendidikan dengan cabang dinas serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah," pungkas Uswatun.

Rekomendasi