Muncul Nama 'Sri Rezeki Hastomo' dan Perintah 'Tenggelamkan' di Sidang Korupsi Hasto
Kusnadi yang dihadirkan menjadi saksi dalam sidang itu mengatakan nomor tersebut milik sekertariat DPP PDIP.
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengukapkan terdapat nomor WhatsApp dengan nama akun 'Sri Rezeki Hastomo'. Pemilik akun tersebut memerintahkan staff Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi untuk menenggelamkan sebuah handphone.
Hal itu diungkapkan Jaksa dalam sidang lanjutan perkara suap Pergantian Antarwaktu (PAW) DPR 2019-2024 dan perintangan penyidikan Harun Masiku untuk terdakwa Hasto Kristiyanto.
Kusnadi yang dihadirkan menjadi saksi dalam sidang itu mengatakan nomor tersebut milik sekertariat DPP PDIP. Handphone tersebut disita bersamaan dengan handphone Kusnadi dan Hasto.
Berdasarkan hasil sadapan KPK yang ditampilkan oleh Jaksa, ada perintah dari Sri Rezeki itu kepada Kusnadi untuk menenggelamkan handphone.
"Kemudian ada perintah lagi dari Sri Rezeki Hastomo 'yang itu ditenggelamkan saja, tidak usah memikir sayang dan lain-lain'," ungkap Jaksa di ruang sidang PN Jakarta Pusat, Kamis (8/5).
"Kalau itu seingat saya, saya ngelarung (menenggelamkan), Pak," saut Kusnadi.
"Apa yang dilarung?" Tanya jaksa.
"Pakaian, Pak," jawab Kusnadi.
Tujuan Melarung
Menurut kusnadi perintah 'ngelarung' itu sering dipakai sebagai salah satu kegiatan kader PDIP biar bisa lolos jadi anggota DPR hingga jadi pejabat daerah.
"Ini hubungannya apa? Sekretariatan DPP-PDIP dengan kegiatan saudara ngelarung itu hubungannya apa?" Cecar jaksa.
"Pak, kalau PDIP itu, Pak. Itu sering, Pak. Kegiatan ngelarung, Pak. Sering dengan ngelarung kader yang biasa minta doa, Pak," jawab Kusnadi.
"Oh gitu. Kader yang minta doa?" Tanya jaksa.
"Ya, biar jadi anggota DPR, mau jadi bupati itu pada sering ngelarung, Pak," saut Kusnadi.
Jaksa juga mempertanyakan Kusnadi mengapa ikut-ikutan ritual ngelarung itu sebab dirinya bukan kader yang ikut caleg.
"Terus itu saudara mau jadi apa? Kok minta saudara baju saudara di larung?" Tanya jaksa.
"Iya, Ya pengen-pengen ikut rejekinya kan, Pak.
Bukan cuman mendapat perintah menenggelamkan saja, Jaksa juga membeberkan ada bukti chat Kusnadi dari Sri Rezeki mengirimakan file data pemeriksaan KPK.
"Nah itu ada file namanya pemeriksaan KPK. Pernah nggak saudara menerima itu?" Tanya jaksa.
"Ya kalau disitu ada berarti ada," jawab Kusnadi.
Kusnadi mengaku tidak mengetahui perihal file tersebut karena tidak pernah membuka isinya. Namun Jaksa membongkar melalui berita acara pemeriksaan Kusnadi yang menyebut file tersebut berisikan pemanggilan Hasto di perkara Harun Masiku.
"Ini saudara menjelaskan di BAP nomer 26 di poin D. Di poin D ini dokumen pemeriksaan KPK HM, tersebut berisi pemeriksaan KPK terkait HM, yaitu mengenai pemanggilan Hasto Kristianto dalam perkara Harun Masiku namun saya tidak pernah membaca dokumen tersebut. Betul?" Cecar jaksa.
"Betul," Kusnadi mengiyakan.
Kusnadi berdalih tidak tahu siapa HM yang dimaksud, tapi dia berdalih kalau HM itu adalah Harun Masiku yang belakangan viral tengah jadi buron KPK.
Jaksa merasa curiga dengan pernyataan Kusnadi karena tanpa membuka file dokumen itu bisa mengetahui isinya adalah pemeriksaan Hasto di kasus Harun.
"Harun Masiku. Saudara kok bisa tahu? Saudara tidak membuka dokumen itu tapi bisa tahu isinya terkait pemeriksaan KPK terkait HM, dari mana tahunya?" Cecar Jaksa.
"Ya Bapak yang sebut," ungkap Kusnadi
"Ya, kan tadi kan katanya saudara tidak membaca isi dari dokumen tersebut. Ya kan? Tetapi saudara bisa menjelaskan berisi pemeriksaan KPK terkait HM. Terkait Harun Masiku. Saudara tahu dari mana isinya itu?" Lanjut tanya Jaksa.
"Pemanggilan saja itu Pak," singkat Kusnadi.