Minibus Terperosok Selokan Kapuk Jakbar, Diduga Sopir Mengantuk Saat Berbelok
Sebuah minibus terperosok selokan di Jalan Peternakan Raya, Kapuk, Jakarta Barat, pada Rabu malam, diduga akibat sopir mengantuk dan tidak melihat parit di sisi jalan.
Sebuah insiden lalu lintas terjadi di Jalan Peternakan Raya, Kapuk, Jakarta Barat, pada Rabu malam, 21 Januari. Sebuah minibus bernomor polisi B 1506 ROL terperosok masuk ke dalam selokan di kawasan tersebut. Kejadian ini menarik perhatian warga sekitar dan menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Hingga pukul 20.00 WIB, posisi minibus masih berada di dalam parit dengan sisi kiri mobil menghadap ke bawah. Setengah badan kendaraan tersebut tenggelam di air, sementara mesin dan lampu mobil masih menyala. Insiden ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, ketika kondisi jalan mulai gelap.
Warga setempat segera mengerumuni lokasi kejadian, menyebabkan arus lalu lintas dari arah Kapuk terpantau cukup padat. Beruntung, sopir dan satu penumpang lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, meskipun mengalami kepanikan dan syok.
Kronologi Insiden dan Kesaksian Saksi Mata
Fajar (30), salah satu saksi mata di lokasi, menceritakan bahwa insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, kondisi di sekitar lokasi kejadian sudah mulai gelap setelah waktu maghrib tiba. Fajar mengaku terkejut mendengar suara hantaman keras dan desiran air.
Ia segera menyadari bahwa sebuah mobil telah nyemplung ke kali kecil yang berada di pinggir jalan tersebut. Menurut dugaan Fajar, sopir minibus kemungkinan besar mengantuk saat berkendara. Hal ini diperparah dengan kurangnya penerangan jalan di malam hari.
Fajar menambahkan bahwa mobil tersebut melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi sebelum insiden terjadi. Ketika berbelok, sopir diduga tidak melihat keberadaan parit di sisi kiri jalan karena kondisi gelap. Akibatnya, mobil tersebut pun minggir ke kiri dan tercebur ke dalam selokan.
Kejadian ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan ekstra saat berkendara, terutama di malam hari atau saat kondisi fisik pengemudi tidak prima. Kondisi jalan yang gelap dapat mengurangi visibilitas secara signifikan, meningkatkan risiko kecelakaan.
Kondisi Korban dan Status Kendaraan
Warga sekitar dengan sigap langsung berupaya mengevakuasi sopir dan satu penumpang yang berada di dalam minibus. Berkat kesigapan warga, kedua orang tersebut berhasil dikeluarkan dari kendaraan yang terperosok. Mereka dinyatakan selamat dan tidak mengalami luka-luka.
Meskipun demikian, kedua korban dilaporkan mengalami kepanikan dan syok berat akibat insiden tersebut. Sementara itu, kondisi minibus bernomor polisi B 1506 ROL mengalami kerusakan parah akibat terperosok ke dalam selokan. Bagian sisi kiri mobil yang menghadap ke bawah menunjukkan tingkat kerusakan yang signifikan.
Berdasarkan keterangan dari sopir kepada Fajar, mobil yang mengalami kecelakaan ini ternyata merupakan kendaraan sewaan. Sopir dan penumpang di dalamnya adalah pekerja yang menggunakan minibus tersebut sebagai kendaraan operasional. Penggunaan mobil sewaan untuk keperluan kerja menjadi salah satu faktor dalam insiden ini.
Insiden ini menjadi pengingat bagi para pengguna jalan, khususnya pengemudi, untuk selalu memprioritaskan keselamatan. Mengemudi dalam kondisi mengantuk sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal. Penting untuk beristirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan, terutama jika menempuh jarak jauh.
Sumber: AntaraNews