Mensos dan Seskab Teddy Tinjau Sekolah Rakyat di Bekasi, Beroperasi Juli 2025
Hingga saat ini baru ada 40 sekolah rakyat yang siap beroperasi, salah satunya di Kota Bekasi.
Program Sekolah Rakyat yang berlokasi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi bakal segera dimulai. Rencananya, program tersebut mulai berjalan pada Juli 2025 besok.
"Target bulan Juli, kira-kira tiga bulan lagi InsyaAllah, makanya persiapan kami kebut," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf seusai meninjau persiapan Sekolah Rakyat di STPL Kota Bekasi, Sabtu (8/3).
Menteri yang karib disapa Gus Ipul ini mengatakan, hingga saat ini baru ada 40 sekolah rakyat yang siap beroperasi, salah satunya di Kota Bekasi. Sementera pemerintah pusat menyiapkan sekitar 100 sekolah rakyat untuk di tahun ini.
Sekolah rakyat yang merupakan program pemerintah pusat ini menerapkan konsep boarding school atau asrama. Sekolah dibuka mulai dari tingkatan SD hingga SMA tanpa adanya biaya alias gratis.
"Tingkatan pendidikan SD, SMP, SMA, tapi memulainya ada yang dari SMA dulu, kayak di sini (Kota Bekasi) dari SMA dulu, nanti di Cimahi dimulai dari SD dan SMP, nanti tempat lain kita liat kesiapannya dulu," ungkapnya.
Untuk murid atau siswa sekolah rakyat, lanjut Gus Ipul, diprioritaskan untuk kelompok miskin ekstrem. Hal itu yang menjadi salah satu pembeda antara sekolah rakyat dengan sekolah negeri di Indonesia.
"Kami akan prioritaskan yang masuk di dalam data tunggal sosial ekonomi nasional di desil satu, jadi ada perangkingan di desil satu yang paling bawah itu di keluarga miskin ekstrem atau miskin secara umum, setelah itu nanti dia memenuhi syarat pertama dari keluarga miskin ekstrem atau keluarga miskin nanti akan naik pada jenjang tes berikutnya," katanya.
Kualitas Ijazah Diakui
Meski sekolah rakyat diperuntukkan keluarga miskin ekstrem, namun ijazah yang akan diterima nantinya sama dengan sekolah pada umumnya. Ijazah tersebut juga bisa dipergunakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan keperluan lainnya.
"Sama seperti sekolah umum yang lain, tidak ada bedanya, (ijazah) SD setara dengan SD, SMP setara SMP, yang SMA setara denga SMA," ungkapnya.
Dikatakan Gus Ipul, saat ini persiapan yang masih dimatangkan yakni termasuk kurikulum pendidikan dan tenaga pengajar atau guru. Namun kemungkinan kurikulum yang akan diterapkan tidak berbeda jauh dengan yang saat ini sudah berjalan.
"Kurikulum lagi dimatangkan, tapi tidak jauh dari kurikulum yang sudah ada, mungkin ada plus plusnya nanti termasuk berasrama itu, jadi ada pendidikan karakter khusus dan sekolah formal, guru juga lagi dihitung, tapi yang menyiapkan juga seleksi tenaga pengajar itu adalah Dikdasmen," ucapnya.
Peninjauan sekolah rakyat di STPL Kota Bekasi dilakukan bersama-sama kementerian lain, seperti Kementerian Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Sekertaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
"Alhamdulillah semuanya melihat ini sudah siap tinggal perbaikan sedikit seperti penambahan toilet, penambahan ruang makan, tapi secara umum sudah siap, tempat ibadah muslim dan nonmuslim udah ada, jadi sudah relatif lengkap dan untuk asrama sudah siap, lalu ruang kelas juga sudah siap," tandasnya.