Menlu Ungkap Banyak Negara Ingin Temui Prabowo, Ini Alasannya
Program makan bergizi gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan Prabowo yang menuai pujian dari negara-negara sahabat.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkapkan, semakin banyak negara yang ingin berkunjung ke Indonesia dan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini, menurut Sugiono, mencerminkan perhatian dunia terhadap kepemimpinan dan program-program terobosan yang diluncurkan oleh Prabowo.
"Jadi memang saat ini karena tokoh dan kepemimpinan dari Bapak Presiden banyak negara-negara yang ingin bertemu beliau. Kemudian juga banyak negara-negara yang menyatakan ingin berkunjung ke Indonesia," kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/5).
Sugiono mengatakan, program makan bergizi gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan Prabowo yang menuai pujian dari negara-negara sahabat. Ia menyebut, para menteri luar negeri dari berbagai negara memandang MBG sebagai investasi penting bagi pengembangan SDM atau human capital investment.
"Saya beberapa kali berkunjung bertemu dengan counterpart saya di beberapa negara mereka juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan dan program, khususnya yang makan bergizi gratis," jelas Sugiono.
BPI Danantara Dinilai Progresif
Selain MBG, Sugiono juga menyoroti respons positif dunia terhadap konsolidasi aset negara melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Menurut dia, langkah Prabowo ini dianggap sebagai terobosan progresif yang membuka peluang kerja sama investasi lebih luas.
"Dan saya kira ini juga merupakan satu kebanggaan bagi kita bahwa ada contoh-contoh program-program pemerintah yang kemudian mendapat perhatian besar dari negara-negara sahabat-sahabatnya," ujar Sugiono.
Dalam waktu dekat, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pemimpin dunia. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese telah lebih dahulu melakukan kunjungan resmi ke Istana Merdeka, Kamis (15/5).
Selanjutnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron akan berkunjung ke Indonesia pada 27–29 Mei 2025, usai menghadiri KTT ASEAN di Kuala Lumpur. Prabowo juga dijadwalkan menerima kunjungan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang di akhir Mei.
"Rencananya memang Presiden Macron akan berkunjung ke Indonesia setelah KTT ASEAN di Kuala Lumpur," jelas Sugiono.
"Juga rencananya akan berkunjung Perdana Menteri Tiongkok, kemudian juga kunjungan Presiden ke beberapa tempat," imbuhnya.