Menko Polkam Angkat Suara Pasca Aksi KKB Tembak Pesawat di Boven Digoel, Begini Katanya
Djamari menceritakan, sejak pertama kali menerima laporan terjadinya insiden tersebut, dirinya terus memonitor perkembangan situasi di lapangan.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago memberi perhatian serius terkait insiden penembakan pesawat di Boven Digoel, Papua Selatan yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Menurut dia, penanganan keamanan dilakukan Polri pasca insiden sudah terarah dengan baik.
"Saya pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih terhadap apa yang sudah dicapai oleh kepolisian yang membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Dan secara khusus saya menyampaikan terima kasih pada Kapolda Papua yang telah menyelesaikan masalah penembakan 2 pilot oleh Kelompok Bersenjata di Papua," kata Djamari di The Krakatau Grand Ballroom, Kompleks TMII, Jakarta, seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (12/2).
Djamari menceritakan, sejak pertama kali menerima laporan terjadinya insiden tersebut, dirinya terus memonitor perkembangan situasi di lapangan. Selain itu, disiapkan juga langkah-langkah koordinatif diambil guna memastikan proses evakuasi berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Koordinasi dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan yang dapat membahayakan masyarakat,” jelas dia.
Djamari mengaku prihatin mendalam dan simpati kepada keluarga korban. Dia berharap TNI dan Polri dapat segera memulihkan situasi keamanan di wilayah tersebut agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
"Pentingnya kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan lembaga-lembaga terkait dalam memperkuat pengamanan. Termasuk keamanan sarana dan prasarana, seperti bandara-bandara perintis yang memiliki peran strategis dalam konektivitas dan distribusi logistik di daerah terpencil,” jelas dia.
Negara Hadir dan Bertanggung Jawab
Djamari menegaskan, negara bertanggung jawab dan akan selalu hadir untuk melindungi keselamatan serta keamanan seluruh Warga Negara Indonesia di mana pun berada.
"Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor demi memastikan setiap insiden dapat ditangani secara cepat, terukur, dan efektif," janji dia.
Pada Rapim Polri tersebut, Djamari juga menitikberatkan pada terwujudnya sinergitas semua unsur dalam menjamin kondusivitas keamanan dan stabilitas politik di Indonesia. Dia meyakini, TNI maupun Polri tidak akan bisa melaksanakan tugas-tugasnya dengan lancar jika tidak bersinergi.
"Tidak akan ada perjalanan kepolisian yang rapih sampai sasaran kalau tidak bersama dengan komponen lain, tentara juga sama. Oleh karenanya rasa persatuan di antara kita harus tetap dijaga," jelas dia.
Kerja Sama dengan Unsur Lain
Sinergitas, ujar Djamari, juga tidak hanya terfokus antara TNI dan Polri. Kerja sama pun harus dijalin erat dengan unsur lain, mulai dari sesama lembaga di pemerintahan sampai berbagai kalangan di masyarakat.
"Juga tidak hanya berdua antara TNI dan Polri, ada juga komponen lain, bahkan ada masyarakat kita tempat kita mengabdi. Oleh karena itu jaga betul kepercayaan yang ada di lingkungan rakyat terhadap kita," kata dia.
Sebagai informasi, hadir dalam Rapim tersebut, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, para perwira tinggi Polri, termasuk para Kapolda. Sementara Menko Polkam hadir didampingi Plt Deputi Bidang Koordinasi Kamtibmas Kemenko Polkam Irjen Pol Desman Tarigan dan Staf Khusus Menko Polkam H Janmat Sembiring.