Respons Panglima TNI Agus Subiyanto soal Penembakan Komnas HAM di Papua
Penanganan persoalan di Papua tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab TNI, melainkan memerlukan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga lainnya.
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto menanggapi insiden penembakan yang menimpa Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey. Penembakan tersebut dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat misi pencarian Iptu Tomi Marbun di Distrik Moskona, Papua Barat.
Agus menegaskan, penanganan persoalan di Papua tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab TNI, melainkan memerlukan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga lainnya.
"Ya makanya ya. Di Papua itu bukan hanya tugas TNI, harus berkolaborasi," kata Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (30/4).
Ia menjelaskan, pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah kementerian sebagai upaya membangun daerah-daerah terpencil, termasuk Papua.
"Saya sudah membuat MoU dengan beberapa kementerian, dengan Kementerian Transmigrasi, Kementerian PU, Kementerian Kesehatan, harus sama-sama membangun daerah-daerah terpencil itu agar kesulitan masyarakat itu bisa segera teratasi," tuturnya.
Rombongan Komnas HAM Ditembaki KKB
Insiden penembakan terjadi pada Senin (28/4), saat rombongan tim pencarian Iptu Tomi Marbun yang melibatkan Komnas HAM Papua ditembaki KKB di wilayah Sungai Rawara, Distrik Moskona, Papua Barat.
"Benar, saat operasi kemanusiaan dalam pencarian Iptu Tomi Marbun di Sungai Rawara, Distrik Moskona, pada pukul 07.10 WIT, rombongan mendapatkan serangan tembakan dari kelompok sipil bersenjata," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.
Tim Brimob yang turut serta dalam operasi segera melakukan tindakan perlindungan. Ketua Komnas HAM Papua dan rombongan berhasil diselamatkan, kemudian diterbangkan menggunakan helikopter ke Pos Komando Taktis (Poskotis) Meyado untuk pengamanan lebih lanjut.
"Alhamdulillah, atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka di pihak tim pencarian maupun rombongan yang diserang," tambah Trunoyudo.
Terpisah, Komnas HAM RI menyayangkan penyerangan yang terjadi terhadap rombongan Komnas HAM Papua dalam misi kemanusiaan tersebut.
"Kami tentu menyayangkan peristiwa itu terjadi," ujar Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Komnas HAM RI Anis Hidayah saat dihubungi.
Sebagai informasi, operasi pencarian dilakukan oleh Satgas Alpha Bravo (AB) Moskona 2025 untuk menemukan Iptu Tomi Marbun yang hilang sejak 18 Desember 2024. Operasi ini melibatkan gabungan unsur Polri, TNI, Basarnas, Komnas HAM, serta tokoh masyarakat dan agama.