Mendikdasmen Lantik Anggota Dewan Pendidikan Nasional, Perkuat Asta Cita Pendidikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti resmi melantik anggota Dewan Pendidikan Nasional periode 2026-2031, langkah strategis perkuat implementasi Asta Cita keempat Presiden.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti resmi melantik anggota Dewan Pendidikan Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah. Pelantikan ini berlangsung di Jakarta pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Pembentukan dewan ini merupakan langkah historis yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Tujuannya adalah memperkuat implementasi Asta Cita keempat Presiden, khususnya dalam sektor pendidikan.
Langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Harapannya, dewan ini dapat mendukung visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” di Indonesia.
Peran Strategis Dewan Pendidikan Nasional dalam Implementasi Asta Cita
Pembentukan Dewan Pendidikan Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah menandai babak baru dalam tata kelola pendidikan di Indonesia. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menekankan pentingnya dewan ini sebagai mitra strategis kementerian dalam memberikan berbagai masukan, kritik, serta saran konstruktif. Tujuannya guna meningkatkan kualitas kebijakan dan pelaksanaan program pendidikan.
Visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” menjadi landasan utama dalam kerja sama ini. Visi tersebut merupakan bagian integral dari penjabaran Asta Cita Presiden. Setiap anak Indonesia memiliki hak konstitusional untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen penuh terhadap penguatan pendidikan dasar dan menengah. Sektor ini merupakan fondasi krusial bagi jenjang pendidikan selanjutnya. Komitmen ini selaras dengan Asta Cita keempat yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan.
Fokus Utama Penguatan Pendidikan dan Peningkatan Kompetensi
Mendikdasmen Mu'ti menjelaskan amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk terus memajukan pendidikan. Fokus utamanya adalah penguatan karakter dan peradaban bangsa melalui pendidikan. Ini merupakan upaya fundamental dalam membentuk generasi penerus yang berintegritas.
Selain itu, peningkatan kompetensi di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) juga menjadi prioritas. Hal ini bertujuan membekali generasi muda dengan kemampuan relevan. Keterampilan tersebut sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.
Kehadiran Dewan Pendidikan Nasional diharapkan mampu membantu Kemendikdasmen mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. Mereka akan bekerja sama dalam suasana yang terbuka, kolaboratif, dan saling menghargai. Kolaborasi ini penting untuk mencapai hasil maksimal dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kolaborasi dan Harapan Mendikdasmen
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengajak seluruh anggota dewan yang baru dilantik untuk berkolaborasi. Kerja sama ini diharapkan terjalin erat dengan jajaran Kemendikdasmen. Budaya kerja kementerian yang RAMAH dan SANTUN akan menjadi landasan interaksi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah senantiasa terbuka terhadap berbagai masukan dan pembelajaran. Mendikdasmen berharap dapat bekerja lebih baik lagi dengan adanya kontribusi dari dewan. Masukan konstruktif sangat diperlukan untuk melaksanakan amanat negara.
Secara kelembagaan, Dewan Pendidikan Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah memiliki fungsi strategis. Fungsi ini memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh hak konstitusionalnya. Hak tersebut adalah mendapatkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas.
Sumber: AntaraNews