Megawati Turunkan Tim Kemanusiaan PDIP ke Aceh, Sumbar, dan Sumut
Bantuan difokuskan ke wilayah-wilayah yang hingga kini masih terdampak bencana dan membutuhkan layanan kesehatan darurat.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menginstruksikan seluruh kader untuk turun langsung membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Menindaklanjuti instruksi tersebut, PDI Perjuangan mengirim tim kemanusiaan yang terdiri dari 90 tenaga medis dan 30 unit ambulans.
Pelepasan tim dilakukan di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (29/12). Bantuan difokuskan ke wilayah-wilayah yang hingga kini masih terdampak bencana dan membutuhkan layanan kesehatan darurat.
Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan dr. Ribka Tjiptaning menyampaikan bahwa kondisi di lapangan belum sepenuhnya aman. Ia mencontohkan Kabupaten Agam, Sumatra Barat, yang masih mengalami gempa susulan. Karena itu, seluruh relawan diminta menjaga kesehatan, soliditas, serta nama baik partai selama menjalankan tugas kemanusiaan.
"Teman-teman jaga kesehatan dan soliditas, jaga nama partai baik-baik," ujar Ribka kepada wartawan.
Ia menjelaskan, relawan berasal dari berbagai daerah, antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan Lampung. Seluruh personel telah dinyatakan siap menjalankan penugasan partai di wilayah terdampak bencana.
Masa tugas ditetapkan minimal satu bulan dan dapat diperpanjang hingga akhir Februari atau awal Maret, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan potensi kebencanaan berdasarkan prakiraan BMKG.
"Dan ini teman-teman sudah siap untuk ditugaskan partai," katanya.
Libatkan Dokter Diaspora
Dalam misi kemanusiaan ini, PDIP juga melibatkan dokter-dokter diaspora. Sebagian tenaga medis bahkan telah lebih dulu bertugas di Aceh sejak awal Desember untuk membantu penanganan korban bencana.
Selain layanan medis, bantuan yang dikirim mencakup perlengkapan ibadah dan kebutuhan dasar, antara lain lebih dari 100 Alquran, sajadah, mukena, sarung, serta sekitar 500 potong pakaian layak pakai. Seluruh bantuan dimuat ke dalam ambulans dan diberi label "Dokter Diaspora".
Wujud Pengabdian Profesi Dokter
Perwakilan tim medis, dr. Andi, menegaskan bahwa misi ini merupakan wujud pengabdian profesi dokter dan akan dijalankan secara profesional tanpa membeda-bedakan latar belakang korban.
"Sesuai pesan Ibu Megawati Soekarnoputri, kami harus siap di lapangan tanpa melihat latar belakang warna atau golongan apa pun. Tugas kami adalah kemanusiaan, membantu saudara-saudara kita yang sedang kesulitan," ujar dr. Andi, yang sebelumnya juga berpengalaman menangani berbagai bencana di Indonesia.