Megawati Tulis Sendiri Daftar Logistik buat Korban Banjir Sumatra, Hasto PDIP: Bu Mega Sampai Pergakan Pentingnya Penggunaan Sarung

Daftar bantuan yang dikirim ke wilayah terdampak disusun secara langsung oleh Megawati, termasuk kebutuhan obat-obatan dan perlengkapan darurat.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Megawati Tulis Sendiri Daftar Logistik buat Korban Banjir Sumatra, Hasto PDIP: Bu Mega Sampai Pergakan Pentingnya Penggunaan Sarung
Megawati Tulis Sendiri Daftar Logistik buat Korban Banjir Sumatra, Hasto PDIP: Bu Mega Sampai Pergakan Pentingnya Penggunaan Sarung (Merdeka.com)

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terlibat langsung dalam penanganan kebutuhan logistik bagi korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Daftar bantuan yang dikirim ke wilayah terdampak disusun secara langsung oleh Megawati, termasuk kebutuhan obat-obatan dan perlengkapan darurat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat melepas tim kemanusiaan PDI Perjuangan yang diberangkatkan ke sejumlah wilayah bencana. Pelepasan dilakukan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (29/12).

Menurut Hasto, Megawati secara khusus menuliskan kebutuhan logistik yang diperlukan dalam kondisi bencana, terutama untuk perempuan dan balita. Penyusunan daftar tersebut didasarkan pada pengalaman Megawati dalam menangani persoalan kebencanaan saat menjabat sebagai Wakil Presiden, Presiden, hingga Ketua Umum partai.

"Ibu Megawati menuliskan langsung daftar kebutuhan ketika terjadi bencana, termasuk obat-obatan dan perlengkapan darurat. Daftar tersebut menjadi acuan dalam pengiriman bantuan," ujar Hasto.

Ia menjelaskan, seluruh armada bantuan yang diberangkatkan dilengkapi dengan logistik kebutuhan dasar, termasuk perlengkapan bagi perempuan dan anak-anak. Sejumlah obat-obatan yang dibutuhkan dalam kondisi bencana basah juga tercantum dalam daftar yang ditulis langsung oleh Megawati.

Hasto menambahkan, salah satu kebutuhan yang ditekankan adalah sarung. Menurutnya, Megawati menilai sarung memiliki fungsi penting sebagai perlindungan darurat, terutama saat fasilitas sanitasi terbatas di lokasi bencana.

"Ibu Megawati bahkan memperagakan penggunaan sarung dalam rapat DPP. Itu berdasarkan pengalaman langsung di lapangan," katanya.

Dalam misi kemanusiaan ini, PDI Perjuangan mengerahkan 30 unit ambulans yang dilengkapi 30 dokter dan 60 tenaga paramedis, termasuk perawat. Para pengemudi ambulans merupakan relawan kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan pertolongan pertama bagi korban bencana.

"Para sopir ambulans bukan pengemudi biasa, tetapi relawan yang telah dilatih untuk memberikan pertolongan dasar kepada korban bencana," jelas Hasto.

Pengiriman bantuan dilakukan secara estafet. Rombongan akan disambut oleh kader PDI Perjuangan di Banten dan Lampung sebelum melanjutkan perjalanan ke Sumatra. Sejumlah kader daerah bahkan telah lebih dulu berada di Aceh untuk memetakan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.

Distribusi bantuan juga diperkuat melalui jalur laut. PDI Perjuangan menyiapkan Kapal Laksamana Malahayati yang dilengkapi ambulans dan sepeda motor trail guna menjangkau wilayah yang sulit diakses. Selain itu, dua unit motor trail tambahan disumbangkan oleh kader PDI Perjuangan dari Riau.

Di tingkat pusat, DPP PDI Perjuangan membentuk tiga tim untuk memastikan efektivitas penanganan bencana. Tim pertama bertugas mengidentifikasi kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak, tim kedua menangani pengadaan logistik, dan tim ketiga mengatur distribusi bantuan. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Dorong Kesadaran Mitigasi Bencana

Selain penanganan darurat, Megawati juga mendorong peningkatan kesadaran mitigasi bencana. Dalam rangka HUT partai, PDI Perjuangan menerbitkan buku Spirit of Humanity sebanyak 5.000 eksemplar yang berisi panduan mitigasi bencana bagi kader dan masyarakat.

Megawati juga secara aktif meminta masukan terkait potensi kebencanaan dari berbagai pihak, termasuk mantan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Partai turut menyusun pedoman peringatan dini sederhana, seperti penggunaan kentongan dan sirene di wilayah rawan bencana.

Pencegahan Bencana Diperkuat Lewat Program Lingkungan

Upaya pencegahan bencana diperkuat melalui program lingkungan. Megawati mendorong pembibitan cemara udang dan mangrove di kawasan pesisir sebagai pelindung alami dari potensi tsunami, serta menekankan pentingnya penataan ruang agar permukiman tidak berada di kawasan rawan bencana.

"Penanganan bencana bukan hanya soal menolong korban, tetapi juga mencegah, memberi pengetahuan kepada masyarakat, serta membangun kesadaran untuk mengurangi risiko bencana," pungkas Hasto.

Rekomendasi