Megawati Tegaskan Baguna PDI Perjuangan Fokus Kerja Kemanusiaan Responsif

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan dibentuk untuk tugas kemanusiaan yang bersifat teknis dan responsif, bukan sekadar teori, dengan penekanan pada kesiapan lapangan dan ba

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Megawati Tegaskan Baguna PDI Perjuangan Fokus Kerja Kemanusiaan Responsif
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan dibentuk untuk tugas kemanusiaan yang bersifat teknis dan responsif, bukan sekadar teori, dengan penekanan pada kesiapan lapangan dan ba (AntaraNews)

Peran Kemanusiaan Baguna PDI Perjuangan: Fokus pada Kesiapan Lapangan

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kembali menegaskan komitmen partainya melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan untuk kerja-kerja kemanusiaan. Megawati menekankan bahwa pembentukan Baguna bertujuan untuk memberikan respons teknis dan cepat di lapangan, bukan hanya berlandaskan teori semata. Penegasan ini disampaikan Megawati dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/12), menggarisbawahi pentingnya tindakan nyata dalam menghadapi situasi darurat.

Megawati menyoroti urgensi kesiapan di lapangan, mulai dari penyediaan dapur umum yang memadai hingga logistik yang sesuai dengan kondisi bencana. Ia juga merinci kebutuhan spesifik masyarakat terdampak, seperti air bersih, makanan hangat, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta kebutuhan khusus bagi perempuan. Pendekatan ini menunjukkan pemahaman mendalam terhadap dampak bencana yang beragam.

“Begitu Baguna turun, yang utama adalah buka dapur umum. Dapur umum itu untuk siapa pun yang membutuhkan, tanpa melihat latar belakang apa pun. Ini urusan kemanusiaan, bukan urusan politik,” kata Megawati. Pernyataan ini menegaskan prinsip netralitas dan universalitas dalam setiap aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Baguna PDI Perjuangan. Selain itu, Megawati juga mengingatkan agar penyaluran bantuan dilakukan sesuai kebutuhan riil di lapangan dan bukan sekadar memberikan barang tanpa pertimbangan.

Apresiasi PDI Perjuangan untuk Relawan dan Pengemudi Ambulans

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, mengungkapkan alasan partainya memberikan apresiasi tinggi kepada para pengemudi ambulans dan relawan kebencanaan. Menurut Risma, para individu ini telah bekerja tanpa mengenal waktu dan imbalan tetap, menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melayani masyarakat. Apresiasi ini merupakan bentuk pengakuan atas jasa-jasa mereka yang seringkali luput dari perhatian publik.

Risma menuturkan bahwa para sopir ambulans kerap bekerja tanpa hari libur, bahkan tetap mengantar pasien pada hari Minggu atau dini hari. Peran mereka tidak terbatas pada mengemudi, melainkan turut membantu berbagai kebutuhan darurat pasien, seperti mencari darah ke PMI, mengurus obat, hingga membantu mengurus asuransi jika terjadi kecelakaan. Hal ini menunjukkan kompleksitas dan tanggung jawab besar yang diemban oleh para pengemudi ambulans.

Berangkat dari kondisi tersebut, Risma bersama jajaran DPP PDI Perjuangan berinisiatif memberikan apresiasi nyata. Awalnya, penghargaan ditujukan khusus kepada pengemudi ambulans, namun kemudian diperluas kepada relawan partai yang aktif membantu masyarakat di lapangan. Inisiatif ini mencerminkan komitmen partai untuk mendukung para garda terdepan penanganan bencana dan kemanusiaan.

Mitigasi Bencana dan Perlindungan Relawan: Langkah Konkret PDI Perjuangan

Risma menjelaskan bahwa relawan PDI Perjuangan, seperti Baguna PDI Perjuangan dan tim kesehatan, telah terlibat langsung dalam penanganan bencana dan berbagai kebutuhan kemanusiaan di sejumlah daerah. Atas dedikasi tersebut, partai menyiapkan lebih dari 2.000 penghargaan bagi relawan di seluruh Indonesia. Ini adalah upaya konkret untuk menghargai pengorbanan mereka.

“Mereka ini tidak digaji oleh partai. Operasional ambulans pun mereka jalankan sendiri. Karena itu kami berupaya mencarikan CSR agar mereka bisa mendapatkan perlindungan,” jelas Risma. Upaya ini membuahkan hasil, di mana para pengemudi ambulans dan relawan kini mendapatkan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa sebagai bentuk perlindungan atas risiko kerja yang mereka hadapi. Perlindungan ini sangat penting mengingat tingginya risiko yang dihadapi para relawan di lapangan.

Risma berharap apresiasi ini dapat memperkuat kapasitas relawan dalam membantu masyarakat secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. “Kita harus menghadapi kenyataan bahwa Indonesia rawan bencana. Yang terpenting adalah bagaimana mitigasinya supaya tidak banyak korban,” katanya, menekankan pentingnya upaya mitigasi jangka panjang. Dalam kegiatan tersebut, Risma bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning meninjau anggota dan relawan Baguna dengan puluhan unit ambulans yang siap diberangkatkan ke wilayah terdampak bencana, termasuk di Sumatra, menunjukkan kesiapan operasional Baguna PDI Perjuangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi