Mahkota Binokasih: Simbol Kasih Sayang Pemimpin dan Rakyat Menurut Bupati Karawang
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menegaskan Mahkota Binokasih adalah pengingat pentingnya kasih sayang antara pemimpin dan rakyat, serta warisan budaya Sunda yang kaya dan bermakna.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa kehadiran Mahkota Binokasih dalam rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda menjadi simbol penting. Simbol ini mengingatkan akan esensi hubungan yang dilandasi kasih sayang antara seorang pemimpin dan seluruh masyarakatnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Aep di Karawang pada Sabtu malam, menyoroti makna mendalam dari pusaka bersejarah ini. Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Mahkota Binokasih dapat menjadi fondasi bagi kemajuan Karawang.
Menurut Bupati, pembangunan suatu daerah tidak hanya berfokus pada kemajuan fisik atau ekonomi semata. Namun, harus pula dibangun di atas pilar-pilar kasih sayang, kebersamaan, serta persatuan yang kuat di antara seluruh elemen masyarakat.
Makna Filosofis Mahkota Binokasih
Bagi masyarakat Sunda, Mahkota Binokasih bukan sekadar benda pusaka biasa, melainkan representasi legitimasi dan kebijaksanaan. Pusaka ini juga menjadi pengingat kejayaan Tatar Sunda pada masa lampau yang penuh nilai.
Mahkota ini dikenal dengan nama lengkap Binokasih Sanghyang Pake, di mana "Binokasih" berarti kasih sayang. Sementara itu, "Sanghyang Pake" memiliki makna digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap individu.
Secara keseluruhan, nama tersebut mengandung pesan bahwa nilai-nilai kasih sayang harus senantiasa diterapkan dalam setiap aspek kehidupan. Hal ini mencerminkan filosofi hidup yang mengedepankan harmoni dan kepedulian.
Mahkota Binokasih juga memiliki tiga susunan yang merepresentasikan konsep Sunda Tritangtu, yaitu silih asah, silih asih, dan silih asuh. Konsep ini mengajarkan pentingnya saling berbagi ilmu, saling menyayangi, serta saling membimbing satu sama lain.
Mahkota Binokasih dan Pembangunan Karawang
Dalam Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung di Karawang, Mahkota Binokasih turut dihadirkan di atas panggung utama. Kehadirannya menjadi bagian tak terpisahkan dari simbol budaya Sunda yang kaya dan berharga.
Bupati Aep Syaepuloh menilai kehadiran Mahkota Binokasih membawa pesan yang sangat relevan bagi pembangunan daerah. Pesan tersebut menekankan bahwa kemajuan Karawang tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik.
Lebih jauh, kemajuan suatu daerah juga diukur dari kemampuan masyarakatnya dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai serta warisan budaya leluhur. Hal ini menunjukkan bahwa identitas dan akar budaya adalah fondasi penting.
Ornamen bunga wijaya kusuma dan burung julang pada Mahkota Binokasih sendiri menggambarkan nilai kesetiaan, ketulusan, dan kekuatan tekad. Nilai-nilai ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh warga Karawang.
Sumber: AntaraNews