Mahasiswa UI Raih Juara Dua Techcomfest 2026 dengan Aplikasi Bocco, Solusi Olah Sampah Makanan
Tim UXplorers dari Universitas Indonesia berhasil meraih Juara 2 dalam UI/UX Competition Techcomfest 2026. Inovasi aplikasi Bocco mereka tawarkan solusi cerdas olah sampah makanan. Mahasiswa UI Juara Techcomfest ini membuktikan potensi digital.
Tim UXplorers, yang terdiri dari tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI), berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang Techcomfest 2026. Mereka meraih Juara 2 dalam kategori UI/UX Competition yang diselenggarakan oleh UKM Polytechnic Computer Club (PCC) Politeknik Negeri Semarang. Prestasi ini menunjukkan inovasi dan kreativitas mahasiswa dalam menciptakan solusi digital yang relevan.
Keberhasilan ini dicapai berkat inovasi aplikasi bernama Bocco, sebuah panduan digital untuk pengolahan sampah makanan. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengelola limbah organik secara efektif dan berkelanjutan. Inisiatif ini sejalan dengan upaya global untuk mengatasi permasalahan lingkungan.
Lubna Al-Aisy dari Manajemen Bisnis Pariwisata, Rivaldo Agria dari Periklanan Kreatif (Vokasi UI), dan Nazwa Siti Fadilah dari Creative Multimedia (CCIT FT UI) adalah punggawa di balik tim UXplorers ini. Mereka menunjukkan bagaimana riset mendalam dan metodologi design thinking dapat menghasilkan solusi digital yang relevan dan berdampak.
Inovasi Aplikasi Bocco untuk Pengelolaan Sampah
Aplikasi Bocco merupakan terobosan signifikan dalam upaya pengelolaan sampah makanan. Aplikasi ini menawarkan panduan digital untuk metode bokashi, sebuah teknik pengomposan cepat menggunakan mikroorganisme efektif (EM4). Proses ini memungkinkan pengolahan sampah organik dalam waktu 2-4 minggu secara anaerob.
Perancangan Bocco didasari oleh riset mendalam yang dilakukan oleh tim UXplorers. Lubna Al-Aisy, salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa mereka tidak langsung menerima asumsi studi kasus. Validasi ulang melalui riset menunjukkan bahwa akar permasalahan juga terkait pola konsumsi dan pola pikir individu.
Keunggulan Bocco terletak pada kemampuannya membantu pengguna mengolah sampah organik secara praktis. Aplikasi ini dirancang agar proses pengomposan tidak menimbulkan bau dan tidak memerlukan lahan yang luas. Hal ini menjadikannya solusi ideal untuk lingkungan perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang.
Target Pengguna dan Dampak Lingkungan
Aplikasi Bocco menargetkan Gen Z dan keluarga muda berusia 16-27 tahun. Kelompok usia ini dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan dan potensi besar untuk mengadopsi solusi inovatif. Dengan demikian, Bocco dapat menjangkau audiens yang tepat untuk perubahan positif.
Untuk meningkatkan keterlibatan pengguna, tim UXplorers menerapkan konsep gamifikasi. Fitur virtual pet ditambahkan untuk membuat proses pengolahan sampah menjadi aktivitas yang menyenangkan dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mendorong adopsi kebiasaan baik dalam jangka panjang.
Inovasi Bocco selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa. Secara spesifik, aplikasi ini mendukung poin 11 (Sustainable Cities and Communities), poin 12 (Responsible Consumption and Production), serta poin 13 (Climate Action). Kontribusi ini menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Melalui teknologi ini, mahasiswa UI berkontribusi aktif dalam mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan. Mereka juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Ini adalah langkah nyata dalam menghadapi tantangan lingkungan global dan menciptakan masa depan yang lebih hijau.
Apresiasi dan Harapan Pengembangan
Prestasi tim UXplorers mendapat apresiasi tinggi dari Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin. Beliau menyatakan kebanggaannya atas raihan mengesankan yang ditunjukkan oleh mahasiswa. Ini menegaskan kualitas pendidikan dan potensi inovasi yang dimiliki oleh UI.
Dr. Safrin Arifin menekankan bahwa prestasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa UI dalam menghadirkan solusi digital. Solusi tersebut harus inovatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini menjadi bukti nyata kompetensi mahasiswa dalam memecahkan masalah nyata.
Harapan besar disematkan agar karya Bocco tidak berhenti pada tahap kompetisi semata. Dr. Safrin Arifin berharap aplikasi ini terus dikembangkan. Tujuannya adalah agar dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas, serta menjadi inspirasi bagi inovator muda lainnya.
Sumber: AntaraNews