Mahasiswa UI Thegar Setianegara Raih Juara 2 Ericsson Hackathon 2025 dengan Inovasi mAIkroskop
Thegar Setianegara, mahasiswa FTUI, berhasil meraih juara 2 Ericsson Hackathon 2025 berkat inovasi mAIkroskop yang mengintegrasikan 5G dan AI untuk analisis laboratorium yang lebih cepat dan akurat.
Thegar Setianegara, seorang mahasiswa dari Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), bersama dengan MAIKRO Team, telah menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Mereka berhasil meraih posisi juara kedua dalam ajang Ericsson Hackathon 2025. Kompetisi bergengsi ini mengusung tema "Indonesia’s NextGen Digital Sprint with 5G and AI", menarik perhatian inovator dari berbagai belahan dunia.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas serta kapabilitas mahasiswa FTUI dalam mengembangkan solusi teknologi mutakhir yang relevan dengan kebutuhan industri global saat ini. Ajang hackathon tersebut mempertemukan 30 finalis terbaik dari berbagai negara, perguruan tinggi, dan komunitas teknologi internasional. Mereka bersaing ketat untuk memperebutkan tujuh posisi unggulan yang sangat didambakan.
Inovasi yang membawa MAIKRO Team meraih penghargaan adalah mAIkroskop, sebuah sistem inspeksi pintar berbasis mikroskop. Alat ini terintegrasi secara canggih dengan jaringan 5G dan teknologi akal imitasi (AI) untuk mempercepat proses analisis. Sistem ini juga bertujuan untuk membuat standar serta meningkatkan akurasi hasil analisis di berbagai laboratorium.
Inovasi mAIkroskop: Solusi Cerdas untuk Laboratorium
Inovasi mAIkroskop merupakan terobosan signifikan dalam bidang analisis laboratorium, mengubah mikroskop konvensional menjadi perangkat digital modern yang sangat efisien. Sistem ini dirancang untuk mengatasi tantangan waktu dan akurasi dalam proses analisis mikroskopis. Integrasi teknologi 5G memungkinkan transmisi data secara real-time yang sangat cepat dan stabil.
Selain itu, pemrosesan data berbasis cloud dan edge computing memastikan bahwa analisis dapat dilakukan dengan daya komputasi yang besar dan latensi rendah. Analisis otomatis berbasis teknologi akal imitasi (AI) menjadi inti dari mAIkroskop, memungkinkannya untuk mengidentifikasi pola dan memberikan hasil yang presisi. Teknologi ini secara drastis memangkas waktu analisis yang sebelumnya memakan waktu berminggu-minggu menjadi hanya hitungan menit.
Potensi kesalahan manusia dalam interpretasi visual juga dapat diminimalkan secara signifikan berkat kecerdasan buatan. Inovasi mAIkroskop ini dinilai sangat strategis dan memiliki dampak besar bagi berbagai sektor penting. Terutama, sektor kesehatan, penelitian ilmiah, dan industri bioteknologi akan merasakan manfaat langsung dari peningkatan efisiensi dan akurasi yang ditawarkan.
Thegar Setianegara, selaku bagian dari tim pengembang, mengungkapkan harapannya agar inovasi ini dapat memberikan dampak nyata. "Kami ingin menghadirkan solusi konkret bagi laboratorium dan sektor kesehatan," ujarnya. "Proses analisis mikroskopis sering kali membutuhkan waktu lama dan rentan terhadap human error. Dengan integrasi 5G dan AI, kami berharap mAIkroskop dapat membantu mempercepat dan menstandarkan proses analisis."
Apresiasi FTUI dan Penguatan Posisi Indonesia di Kancah Internasional
Dekan FTUI, Kemas Ridwan Kurniawan, menyampaikan apresiasi mendalam atas keberhasilan Thegar dan MAIKRO Team. Menurutnya, prestasi ini merupakan cerminan nyata dari kualitas mahasiswa FTUI yang mumpuni dalam merespons kebutuhan industri global. Inovasi yang relevan dan adaptif menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan teknologi masa kini.
"Prestasi Thegar dan MAIKRO Team mencerminkan kualitas mahasiswa FTUI yang mampu membaca kebutuhan industri dan menghadirkan inovasi yang relevan," kata Kemas Ridwan Kurniawan. "Integrasi 5G dan AI dalam mAIkroskop adalah langkah maju yang menunjukkan kesiapan generasi muda dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi." Pernyataan ini menegaskan komitmen FTUI dalam menciptakan ekosistem inovasi yang mendukung perkembangan mahasiswa.
FTUI berkomitmen untuk terus menyediakan ruang bagi mahasiswa agar dapat berkreasi, berkolaborasi, dan berkompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional. "Kami bangga atas capaian ini dan berharap muncul lebih banyak inovasi yang membawa manfaat bagi masyarakat luas," tambahnya. Keberhasilan ini tidak hanya mengharumkan nama FTUI sebagai institusi pendidikan.
Lebih jauh, prestasi MAIKRO Team juga memperkuat posisi Indonesia di kancah inovasi internasional. Khususnya dalam bidang teknologi 5G, kecerdasan buatan, dan transformasi digital. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam melahirkan inovator-inovator muda yang mampu bersaing global.
Perspektif Baru dan Pengalaman Berharga dari Kompetisi Global
Partisipasi dalam Ericsson Hackathon 2025 memberikan Thegar Setianegara dan timnya sebuah perspektif baru yang sangat berharga. Mereka mendapatkan wawasan mendalam mengenai berbagai penerapan teknologi digital dalam kehidupan nyata. Pengalaman ini melampaui teori di bangku kuliah dan langsung berinteraksi dengan tantangan serta solusi praktis di lapangan.
Thegar mengungkapkan rasa bangganya atas kesempatan ini. "Mengikuti hackathon ini memberikan pengalaman berharga dan memperluas wawasan kami mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam kehidupan nyata," ujarnya. Kompetisi internasional semacam ini menjadi ajang penting untuk menguji ide-ide inovatif dan mendapatkan umpan balik dari para ahli.
Ia juga menambahkan, "Saya bangga dapat membawa nama FTUI dan mendapatkan apresiasi dari para juri." Pengakuan dari juri internasional menjadi validasi atas kualitas dan potensi inovasi mAIkroskop. Pengalaman ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berani bersaing di tingkat global.
Keikutsertaan dalam ajang seperti Ericsson Hackathon merupakan platform ideal untuk mengasah kemampuan teknis, kolaborasi tim, dan pemecahan masalah secara kreatif. Ini juga membuka pintu bagi jaringan profesional dan potensi pengembangan lebih lanjut dari inovasi yang telah diciptakan.
Sumber: AntaraNews