Mahasiswa UI Inisiasi Gerakan Pariwisata Peduli Desa: Tingkatkan Potensi Wisata Pulau Untung Jawa

Mahasiswa Vokasi UI meluncurkan Gerakan Pariwisata Peduli Desa di Pulau Untung Jawa untuk mengoptimalkan pengelolaan wisata, promosi digital, serta kesadaran kesehatan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mahasiswa UI Inisiasi Gerakan Pariwisata Peduli Desa: Tingkatkan Potensi Wisata Pulau Untung Jawa
Mahasiswa Vokasi UI meluncurkan Gerakan Pariwisata Peduli Desa di Pulau Untung Jawa untuk mengoptimalkan pengelolaan wisata, promosi digital, serta kesadaran kesehatan masyarakat. (AntaraNews)

Mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) baru-baru ini menginisiasi sebuah program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pengembangan desa wisata. Inisiatif ini dinamakan Gerakan Pariwisata Peduli Desa, bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal. Kegiatan ini berlangsung di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, sebagai upaya nyata mendukung pariwisata berkelanjutan.

Pelaksanaan gerakan ini melibatkan tim pengabdian masyarakat dari Prodi Manajemen Bisnis Pariwisata Vokasi UI. Mereka berkolaborasi dengan warga setempat untuk meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan wisata dan promosi digital. Selain itu, gerakan ini juga menekankan pentingnya kesadaran kesehatan dan kebersihan lingkungan di destinasi wisata.

Ketua Prodi Manajemen Bisnis Pariwisata Vokasi UI, Anisatul Auliya, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran vital bagi mahasiswa. Mereka diharapkan dapat memahami peran sebagai agen perubahan di sektor pariwisata dan sosial kemasyarakatan. Program ini juga diharapkan menginspirasi pembangunan desa wisata yang mandiri dan berdaya saing.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Pariwisata Peduli Desa

Pulau Untung Jawa, yang terletak di perairan Kepulauan Seribu, merupakan desa wisata dengan beragam potensi seperti bahari, sejarah, dan kuliner. Pulau ini bahkan meraih peringkat ketiga Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, dengan mayoritas penduduk berprofesi di sektor pariwisata dan UMKM. Namun, masih ada kebutuhan mendesak akan pendampingan dalam pengelolaan wisata dan branding digital.

Gerakan Pariwisata Peduli Desa hadir untuk mengisi kebutuhan tersebut, berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat. Salah satu kegiatan awalnya adalah "Pandu Paris", sebuah seminar dan lokakarya mengenai tour guiding. Acara ini diikuti oleh karang taruna dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.

Melalui Pandu Paris, peserta diajak memahami kompetensi dasar yang diperlukan sebagai pemandu wisata profesional. Ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata di Pulau Untung Jawa. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan aksi nyata "Beach Clean Up" di Pantai Sakura, menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Optimalisasi Promosi Digital dan Potensi Lokal

Aspek penting lain dari Gerakan Pariwisata Peduli Desa adalah "Digital Tourism" (DigiTour), sebuah seminar dan workshop tentang pemasaran digital di bidang pariwisata. Kegiatan ini membekali pelaku UMKM dan pengelola wisata lokal dengan strategi promosi yang efektif. Duta Inspirasi Jawa Barat, Muhammad Muslih Nugraha, yang juga mahasiswa Vokasi UI, menjadi pembicara utama.

Muslih Nugraha berbagi tips tentang pembuatan konten digital yang menarik dan relevan untuk destinasi wisata. Warga setempat diajak untuk langsung mempraktikkan materi dengan membuat konten promosi. Fokusnya adalah pada kuliner khas, keindahan pantai, dan berbagai aktivitas wisata yang ditawarkan Pulau Untung Jawa.

"Produk UMKM dan destinasi wisata tidak bisa dipisahkan. Bahkan, keduanya saling memperkuat," kata Muslih. Ia menambahkan bahwa melalui digital tourism, warga dapat memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan Pulau Untung Jawa dan produk khasnya ke pasar yang lebih luas. Ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian lokal.

Edukasi Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan untuk Wisata Berkelanjutan

Selain fokus pada pariwisata dan digitalisasi, Gerakan Pariwisata Peduli Desa juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat. Kegiatan "Sehat Tanpa Tinggi Penyakit (Sehati)" menghadirkan dr. Wilma Fitriani Zahlul dari Puskesmas Pulau Untung Jawa. Seminar ini diikuti dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang didukung oleh mahasiswa Prodi Fisioterapi.

Program lain yang menyasar kesehatan adalah "Gigi Berseri", sebuah edukasi kebersihan gigi bagi anak-anak. Melalui permainan interaktif dan sesi menyikat gigi bersama, anak-anak diajarkan pentingnya menjaga kesehatan gigi. Peserta anak-anak juga menerima paket sikat gigi dan susu sebagai bentuk apresiasi.

Rangkaian kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari warga Pulau Untung Jawa. Kegiatan Sehati diikuti oleh 32 orang, sementara Gigi Berseri menarik hampir dua kali lipat dari target awal peserta. Antusiasme ini menunjukkan kebutuhan masyarakat akan program-program edukasi semacam ini.

Kolaborasi dan Apresiasi Komunitas

Kolaborasi antara mahasiswa UI dan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan Gerakan Pariwisata Peduli Desa. Keterlibatan karang taruna, Pokdarwis, pelaku UMKM, hingga anak-anak menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memicu partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat.

Adi Pepen, Kepala Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Untung Jawa, menyampaikan apresiasinya. "Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang hadir untuk memberikan wawasan dan bantuan kepada kami, terutama dalam meningkatkan potensi pariwisata di Pulau Untung Jawa," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan dampak positif yang dirasakan langsung oleh komunitas.

Diharapkan, semangat kolaborasi dan kepedulian yang ditunjukkan oleh mahasiswa UI ini dapat terus berlanjut. Program semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan desa wisata yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. Ini sejalan dengan visi pembangunan pariwisata yang inklusif dan berbasis komunitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi