Mahasiswa UB Luncurkan Inovasi Sistem Deteksi Kanker Payudara BUDDY, Akurat dan Cepat
Inovasi mahasiswa Universitas Brawijaya, Sistem Deteksi Kanker Payudara BUDDY, hadirkan solusi pemeriksaan dini yang cepat dan akurat menggunakan kamera termal dan AI, siap bantu masyarakat dalam upaya deteksi dini kanker payudara.
Empat mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil mengembangkan sebuah inovasi penting dalam dunia kesehatan. Mereka meluncurkan sistem deteksi dini kanker payudara bernama BUDDY. Inovasi ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk memantau kondisi kesehatan payudara secara mandiri.
BUDDY, singkatan dari Breast Urgency Detection Device with Thermography, memanfaatkan teknologi kamera termal dan kecerdasan buatan. Sistem ini dirancang untuk memberikan hasil deteksi secara cepat, hanya dalam waktu lima hingga sepuluh detik. Aplikasi BUDDY dapat diakses melalui ponsel pintar pengguna.
Pengembangan BUDDY ini merupakan hasil kolaborasi Dastino Putra Rendy Lovind, Anggie Fadillah Dwiva, Livy Noer Azizah, dan Rifda Alfia Safina. Mereka termotivasi untuk menciptakan alat yang praktis dan mudah digunakan di rumah. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dan deteksi dini kanker payudara di masyarakat.
Teknologi Canggih di Balik Sistem Deteksi Kanker Payudara BUDDY
Sistem Deteksi Kanker Payudara BUDDY bekerja dengan mengintegrasikan kamera termal dan algoritma kecerdasan buatan yang canggih. Pengguna cukup mengisi survei singkat melalui aplikasi dan kemudian difoto menggunakan kamera termal dari jarak 60 sentimeter. Data yang terkumpul akan dikirimkan ke sistem melalui server hosting yang aman.
Setelah data diterima, sistem kecerdasan buatan akan memproses informasi tersebut. Kecerdasan buatan ini telah dilatih menggunakan ribuan foto sampel dari Digital Mark Recognition (DMR) dan anotasi roboflow. Algoritma AI YOLO v8 menjadi inti dari proses analisis data ini, memastikan akurasi deteksi.
Hasil deteksi yang diberikan oleh BUDDY sangat komprehensif, mencakup identifikasi lokasi potensi kanker, jenis stadium, hingga perkiraan ukuran kanker. Perwakilan mahasiswa UB, Dastino Putra Rendy, menjelaskan bahwa aplikasi ini memiliki dua komponen utama, yaitu “mata untuk melihat ide adalah kamera termal, lalu otaknya adalah perangkat lunak”.
Pengakuan Internasional dan Harapan Komersialisasi Sistem Deteksi Kanker Payudara BUDDY
Inovasi BUDDY tidak hanya berhenti pada pengembangan, tetapi juga telah meraih pengakuan di kancah internasional. Rancangan keempat mahasiswa UB ini sukses menyabet juara kedua pada International Student Competition 2026. Kompetisi bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) Universiti Putra Malaysia (UPM) pada tanggal 14-15 Februari 2026.
Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar Sistem Deteksi Kanker Payudara BUDDY sebagai solusi kesehatan yang inovatif dan relevan. Untuk melindungi kekayaan intelektualnya, BUDDY juga telah didaftarkan hak patennya. Pendaftaran ini tercatat dengan nomor EC00202467457, dengan tanggal permohonan pada 18 Juli 2024, mengamankan inovasi mereka secara hukum.
Dastino Putra Rendy mengungkapkan harapannya agar BUDDY dapat dikomersialisasikan di masa mendatang. Ia juga berharap inovasi ini bisa mendapatkan dukungan pengembangan lebih lanjut dari pemerintah. Dengan demikian, BUDDY dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih luas dalam upaya deteksi dini kanker payudara.
Sumber: AntaraNews