Mahasiswa Kehutanan ULM Perkuat Kompetensi Lapangan Lewat Praktik di PeFI Madiun
Ratusan Mahasiswa Kehutanan ULM menjalani praktik intensif di PeFI Madiun selama tujuh hari. Pengalaman ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman praktis pengelolaan hutan tanaman berkelanjutan.
Sebanyak 228 mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tengah melaksanakan praktik hutan tanaman di Perhutani Forestry Institute (PeFI), Madiun, Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari penuh, dimulai sejak tanggal 20 Januari 2026. Praktik lapangan ini menjadi bagian penting dalam kurikulum untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa.
Praktik yang dipusatkan di Departemen Learning Center PeFI ini bertujuan memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Para mahasiswa didampingi oleh tujuh dosen pembimbing yang ahli di bidangnya. Inisiatif ini merupakan upaya ULM menghadirkan pembelajaran kontekstual yang relevan.
Program ini secara khusus dirancang untuk menjembatani teori akademik dengan praktik pengelolaan hutan secara profesional di lapangan. Mahasiswa akan mendapatkan pemahaman mendalam tentang berbagai aspek kehutanan. Lokasi PeFI Madiun dipilih karena fasilitas dan pengalamannya dalam pengelolaan hutan.
Penguatan Kompetensi Melalui Pembelajaran Kontekstual
Dekan Fakultas Kehutanan ULM, Kissinger, menjelaskan bahwa praktik ini esensial untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa kehutanan. Pembelajaran berbasis praktik lapangan ini memberikan pengalaman nyata yang tidak bisa didapatkan di kelas. Mahasiswa diajak untuk melihat langsung bagaimana teori diterapkan dalam kondisi sesungguhnya.
Program ini menjadi wujud komitmen ULM dalam menyediakan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan diharapkan memiliki keterampilan yang siap pakai di dunia kerja. Keterlibatan langsung dalam praktik pengelolaan hutan profesional sangat ditekankan.
Selama sepekan, mahasiswa Fakultas Kehutanan ULM mendapatkan pembekalan komprehensif dari para ahli. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan hutan modern. Ini termasuk perencanaan risalah hutan, budi daya tanaman jati, dan teknik penebangan yang efisien.
Materi Komprehensif untuk Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Selain aspek dasar, praktik ini juga mendalami hilirisasi industri pengolahan kayu, yang merupakan bagian krusial dari ekonomi kehutanan. Mahasiswa mempelajari proses pengolahan dari hulu hingga hilir. Pemahaman ini penting untuk menciptakan nilai tambah dari produk hutan.
Pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK) juga menjadi fokus penting dalam kurikulum praktik ini. Mahasiswa diajarkan cara mengidentifikasi, mengelola, dan memanfaatkan HHBK secara berkelanjutan. Ini mencakup berbagai produk seperti madu, getah, dan tanaman obat.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mendalam tentang sejarah pengelolaan hutan di Perhutani. Pengetahuan ini memberikan perspektif historis dan evolusi praktik kehutanan di Indonesia. Materi ini dirancang untuk memperkaya wawasan dan keterampilan mahasiswa dalam pengelolaan hutan tanaman secara berkelanjutan.
Kemitraan Strategis ULM dan PeFI Madiun
Dekan Fakultas Kehutanan ULM, Kissinger, menyampaikan apresiasi tinggi atas kemitraan yang terjalin dengan PeFI Madiun. Kolaborasi ini dinilai sangat berharga karena memberikan pengalaman teknis yang mendalam. Selain itu, praktik ini juga menanamkan disiplin kerja dan tata krama kepada mahasiswa.
Pengalaman di PeFI membekali mahasiswa dengan kesiapan menghadapi berbagai kondisi di lapangan, tanpa meninggalkan nilai-nilai keilmuan. Ini adalah investasi penting dalam pengembangan karakter dan profesionalisme. Kemitraan ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Kepala Perhutani Forestry Institute, Moch Farid Januardi, juga menyambut baik kepercayaan ULM yang secara berkelanjutan menjadikan PeFI sebagai laboratorium lapangan. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar praktik akademik biasa. Ini adalah investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia kehutanan unggul.
Sumber: AntaraNews