Mahasiswa ULM Borong Empat Medali Internasional di Malaysia, Kembangkan Inovasi Pangan dan Kesehatan Berkelanjutan

Lima mahasiswa ULM berhasil borong empat medali di kompetisi internasional di Malaysia, menunjukkan inovasi luar biasa di bidang pangan dan kesehatan. Temukan bagaimana mereka mengharumkan nama bangsa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mahasiswa ULM Borong Empat Medali Internasional di Malaysia, Kembangkan Inovasi Pangan dan Kesehatan Berkelanjutan
Lima mahasiswa ULM berhasil borong empat medali di kompetisi internasional di Malaysia, menunjukkan inovasi luar biasa di bidang pangan dan kesehatan. Temukan bagaimana mereka mengharumkan nama bangsa. (AntaraNews)

Lima mahasiswa berbakat dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Mereka berhasil memborong empat medali dalam ajang 2nd International Student Competition 2026 (2nd ISC 2026) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Capaian membanggakan ini diumumkan langsung oleh Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri, di Banjarmasin pada Minggu, 15 Maret 2026. Prof. Alim menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim mahasiswa ULM yang membawa pulang satu medali emas dan tiga perunggu dari kompetisi bergengsi tersebut.

Kompetisi internasional ini diselenggarakan oleh International Student Competition bekerja sama dengan CEM Universiti Putra Malaysia. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan ULM, tetapi juga menegaskan potensi inovasi mahasiswa Indonesia di panggung global.

Inovasi Emas untuk Pangan Berkelanjutan

Medali emas satu-satunya berhasil diraih berkat karya ilmiah berjudul “SEED UP: Energy Gel from Cempedak Seed in Eco-Friendly Packaging”. Inovasi brilian ini merupakan hasil kolaborasi Nurhayatus Syifa Kamilah dari PSPPA ULM dan Afifah Allisya.

Karya "SEED UP" berfokus pada pengolahan biji cempedak menjadi gel energi yang ramah lingkungan. Produk ini dikemas menggunakan bioplastik, menghadirkan solusi pangan fungsional yang tidak hanya inovatif tetapi juga berkelanjutan.

Pendekatan ini menunjukkan komitmen mahasiswa ULM dalam menciptakan solusi praktis untuk masalah pangan. Mereka juga memperhatikan aspek kelestarian lingkungan melalui penggunaan kemasan yang dapat terurai.

Tiga Medali Perunggu untuk Kesehatan Komunitas dan Pencegahan Stunting

Selain medali emas, ULM juga berhasil membawa pulang tiga medali perunggu dari ajang 2nd ISC 2026. Dua di antaranya diraih melalui inovasi di bidang kesehatan, khususnya untuk masyarakat lahan basah.

Karya pertama adalah “BASUMANGAT: Fast Dissolving Film as Solution for Diabetic Cure in Wetland Communities”, yang digagas oleh Laila Mayangsari, Afifah Allisya, dan Ira Qadriah dari Program Studi S1 Farmasi ULM. Inovasi ini menawarkan terapi komplementer diabetes berbasis flavonoid tanaman balangeran.

Karya perunggu lainnya adalah “SANTAR: Nano-Pastilles Innovation From Kelakai Leaves“, juga dari tim yang sama. SANTAR menghadirkan inovasi gummy nano dari daun kelakai, bertujuan mendukung penurunan angka stunting menuju visi Indonesia Emas 2045.

Satu medali perunggu terakhir diperoleh dari karya ilmiah berjudul “Development of a Herbal Nanospray Inhaler Based on Blumea balsamifera”. Karya ini merupakan hasil pengembangan Nurhayatus Syifa Kamilah dan Natalino Mahaka, berfokus pada nanospray inhaler berbasis minyak atsiri daun balik angin sebagai terapi pendukung kanker paru dengan pendekatan teknologi hijau dan SDGs.

ULM Dorong Inovasi Berdampak Global

Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata komitmen universitas. ULM terus mendorong mahasiswanya untuk berprestasi di level global dan menghasilkan inovasi yang relevan.

Dengan dukungan akademik serta fasilitas yang terarah, ULM optimistis akan lahir lebih banyak lagi inovasi dari kampus hijau ini. Inovasi tersebut diharapkan dapat menginspirasi dan memberikan dampak positif.

Prestasi ini juga diharapkan dapat mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. Ini sejalan dengan upaya ULM untuk menjadi pusat keunggulan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi