Kronologi Satu Keluarga Keracunan Asap Genset di Musi Rawas, 3 Orang Tewas dan 2 Lainnya Kritis
Satu keluarga di Musi Rawas, Sumatera Selatan, keracunan asap mesin genset.
Satu keluarga di Musi Rawas, Sumatera Selatan, keracunan asap mesin genset. Tiga korban tewas dan dua lainnya kritis. Peristiwa itu terjadi pada warga Desa Muara Kati Baru I, Tiang Pumpung Kepungut, Musi Rawas, Kamis (27/2) menjelang Magrib.
Awalnya mertua korban menelepon namun tidak ada jawaban meski panggilan telah berkali-kali. Saksi lantas datang ke rumah untuk mencari tahu kondisi keluarga korban. Lantaran semua pintu terkunci dari dalam, saksi mengintip dari jendela.
Saksi panik bukan main melihat tiga cucunya tergeletak di ruang keluarga. Dia pun memanggil warga dan perangkat desa untuk mendobrak pintu. Benar saja, mereka kaget menyaksikan para korban bergelatakan tak sadarkan diri.
Korban YY (38) ditemukan tengkurep di depan pintu kamar mandi, istrinya RN (35) terlentang di kamar mandi, serta tiga anaknya, AH (12), AN (6), dan AA (3), tergeletak di ruang tengah dengan kondisi tak sadarkan diri dan kejang-kejang.
Saat evakuasi, warga terkendala banyaknya mesin genset di dalam rumah dan masih dalam kondisi menyala. Alhasil, kelima korban berhasil dikeluarkan dan selanjutnya segera dibawa ke rumah sakit.
Dalam perjalanan, korban YY meninggal dunia. Disusul anak perempuannya, AN (6), yang meninggal dunia beberapa jam usai kejadian dan istrinya, RN, menghembuskan nafas terakhir sehari kemudian.
"Tiga korban meninggal dunia dan dua lainnya masih kritis. Kami pastikan kejadian itu akibat keracunan asap mesin genset," ungkap Kapolres Musi Rawas AKBO Andi Supriadi, Sabtu (1/3).
Hasil Olah TKP
Dari olah TKP, ditemukan muntahan di kasur di ruang tengah dan minyak angin jenis FreshCare di kamar mandi dan meja makan dengan posisi sudah digunakan. Minyak angin itu diduga dipakai korban sesaat anak-anaknya mengalami keracunan.
"Kami imbau masyarakat tidak menyalakan genset dalam rumah saat listrik padam. Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua bahwa asap genset sangat berbahaya," kata Andi.
CO di Lokasi Tinggi
Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Musi Rawas Candra mengatakan menjelaskan, pihaknya melakukan pemeriksaan udara di dalam rumah dua jam usai penemuan korban. Pengukuran udara dilakukan selama satu jam.
Hasilnya pun sesuai perkiraan awal dengan melihat kondisi di dalam rumah dengan pentilasi tertutup kasa kawat. Berdasarkan uji instu, untuk parameter non methane hidrokarbon di kisaran 6.000 hingga 7.000 mikrogram/meter kubik atau di atas angka batas atau baku mutu 160 mikrogram/m3.
Kemudian, parameter CO atau karbon monoksida berada pada nilai 8.300 mikrogram/m3 dan baku mutu hanya 2.000 mikrogram/m3. Sementara gas buang mesin genset mencapai 190,73 atau di atas baku mutu 170.
"CO adalah gas yang relatif masih memerlukan ikatan oksigen lagi, ketika dia terhirup dalam tubuh akan mencari oksigen lagi. Itu yang mungkin terganggu dalam suatu saluran di dalam tubuh karena CO yang terlalu tinggi, mengikat hemaglobin dalam darah," terang Candra.