Kronologi Lengkap Warga Australia Tewas di Bali Versi Polisi, Sampai Negaranya Jantungnya Tak Ada
Polres Badung, Bali, akhirnya menjelaskan kasus kematian Byron James Dumschat alias Byron Haddow (23).
Polres Badung, Bali, akhirnya menjelaskan kasus kematian Byron James Dumschat alias Byron Haddow (23), warga negara Australia yang jenazahnya dipulangkan ke negaranya tanpa organ jantung. Kasus ini mencuri perhatian setelah otoritas Australia menemukan jantung korban hilang saat dilakukan autopsi kedua di Queensland.
Pejabat Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menyebut korban menginap di sebuah vila di kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Pada Senin (26/5) pukul 08.00 WITA, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Rumah Sakit BIMC.
Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat berpesta dengan rekannya BPW serta dua perempuan WNA di vila pada malam sebelumnya. BPW mengaku tidur lebih dulu, sementara korban masih bersama dua perempuan itu di area kolam renang. Keesokan paginya, korban ditemukan mengapung di kolam, sementara kedua perempuan tersebut sudah tidak ada di lokasi.
Sejumlah saksi lain menyebut melihat korban bersama beberapa orang WNA sebelum ambulans datang mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Darma Yadnya. Dari sana, jenazah kemudian dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah untuk pemeriksaan forensik.
Hasil Autopsi: Alkohol Tinggi dan Obat Antidepresan
Dokter forensik RSUP Prof. Ngoerah, dr. Nola Margaret Gunawan, menjelaskan hasil autopsi menunjukkan adanya luka memar di kepala dan tubuh korban akibat benturan benda tumpul. Pemeriksaan toksikologi menemukan kadar alkohol tinggi dalam darah, urine, dan isi lambung, serta adanya zat duloxetine, obat antidepresan yang hanya bisa didapat dengan resep dokter.
Menurut dr. Nola, benturan di kepala korban tidak bersifat mematikan. Namun kombinasi alkohol dalam kadar tinggi dan duloxetine berpotensi menekan sistem saraf pusat, membuat korban lemah dan tidak mampu menyelamatkan diri saat berada di kolam renang.
“Tidak dapat disingkirkan meninggalnya korban akibat intoksikasi ethanol yang potensial bersinergi dengan duloxetine, sehingga mengakibatkan mati lemas,” ujarnya.
Polisi Periksa Rekan dan Dua Perempuan WNA
Polisi kini masih menunggu konfirmasi dari Australian Federal Police (AFP) untuk menghadirkan dua perempuan berinisial KP dan JEL, serta rekan korban BPW, guna dimintai keterangan lebih lanjut. Pihak Asia Pasifik Medical Clinic yang pertama kali datang ke TKP juga akan diperiksa.
Sementara itu, pihak Rumah Sakit BIMC menegaskan hanya melakukan pemeriksaan awal, menyatakan korban meninggal, lalu menyerahkan jenazah ke RSUP Prof. Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut.
Australia Tuntut Penjelasan
Kasus ini menjadi sorotan setelah pemerintah Australia mempertanyakan hilangnya organ jantung Byron Haddow. Jenazah yang dipulangkan setelah empat pekan berada di Bali itu ternyata sudah tidak utuh.
Kementerian Luar Negeri Australia menyatakan telah memberikan bantuan kekonsuleran kepada keluarga korban. Namun, mereka enggan membeberkan lebih jauh dengan alasan privasi.
“Mereka (Kemlu Australia) menghubungi kami dan bertanya apakah kami tahu jantungnya ditahan di Bali,” kata ibu korban, Chantal Haddow, kepada AFP.
“Saya pikir ada sesuatu yang tidak beres. Saya yakin sesuatu terjadi padanya sebelum ia berada di kolam renang,” tambahnya.