ABK di Pelabuhan Benoa Ditemukan Tewas, Sempat Sakit dan Mulut Mengeluarkan Busa
Kondisi korban saat ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) terbaring di pinggir jalan, memakai celana jeans warna hitam, tanpa sendal.
Seorang Anak Buah Kapal (ABK ) berinsial NA (41) asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ditemukan tewas di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, pada Senin (11/5) sekitar pukul 09:45 WITA.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, kondisi korban saat ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) terbaring di pinggir jalan, memakai celana jeans warna hitam, tanpa sendal.
"Dan nihil ada tanda-tanda kekerasan fisik," kata Iptu Adi Saputra, Senin (11/5) sore.
Dari keterangan saksi bernisial MJ, pada Minggu (10/4) sekitar pukul 16.00 WITA, korban sempat mengeluh pusing sehingga diantar oleh saksi ke klinik di Jalan Pulau Moyo, Denpasar, dan diberi obat oleh dokter.
Kemudian, pada Senin (11/5) sekitar pukul 08.30 WITA, saksi melihat korban muntah-muntah di kapal. Selanjutnya mau diantar lagi ke rumah sakit sambil menunggu mobil dan sebelum mobil datang, korban sudah meninggal dunia.
Sementara, dari keterangan saksi bernisial AGW pada Minggu (10/5) sekitar pukul 16.00 saksi ditelepon wakil kapten kapal MJ, bahwa ada ABK atau korban sakit dan menyuruh antar ke rumah sakit. Sehingga saksi mengantar ke klinik di Pedungan, Denpasar, dan setelah itu kembali ke kapal.
Korban Kondisi Mabuk
Kemudian pada Senin (11/4) sekitar pukul 08.30 WITA, saksi melihat korban jalan dalam kondisi seperti orang mabuk, sampai di TKP korban tidur di jalan dalam kondisi seperti orang kesurupan dan dari mulut mengeluarkan busa. kemudian beberapa saat sambil menunggu mobil untuk di bawa ke Rumah Sakit, korban sudah tidak sadarkan diri.
Selain itu, saat dilakukan pemeriksaan di klinik di Jalan Pulau Moyo hasilnya korban sakit vertigo dan diberi beberapa jenis obat.
Kemudian, pada keesokan harinya Senin (11/5) pukul 08.30 WITA, korban kembali mengalami sakit pusing- pusing sehingga mau diantar lagi ke rumah sakit. Namun pada saat menunggu mobil untuk dibawa ke rumah sakit korban sudah tidak sadarkan diri dan meninggal dunia.
"Di dalam tas kulit selempang warna hitam ditemukan beberapa jenis obat yang masih utuh, belum diminum oleh korban. Dan evakuasi jenazah ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar," ujarnya.