Korban Bencana Pidie Jaya Harapkan Percepatan Pembersihan Rumah Jelang Ramadhan
Masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di Pidie Jaya sangat berharap percepatan pembersihan rumah dari timbunan lumpur, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
Masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menyuarakan harapan besar agar proses pembersihan rumah mereka dari timbunan lumpur dapat dipercepat. Permintaan ini muncul mengingat kondisi rumah warga yang masih parah tertimbun material sisa banjir, membuat mereka kesulitan untuk kembali beraktivitas normal. Percepatan pembersihan rumah sangat dibutuhkan agar warga dapat kembali menempati hunian mereka, terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi tiba.
Kondisi ini disampaikan langsung oleh perwakilan masyarakat setempat yang merasa kewalahan jika harus membersihkan rumah hanya mengandalkan tenaga masing-masing pemilik. Pengerahan alat berat dan bantuan tenaga relawan menjadi kunci utama untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera merespons kebutuhan mendesak ini. Bantuan yang cepat dan tepat akan sangat membantu meringankan beban masyarakat Pidie Jaya dalam menghadapi dampak bencana.
Kondisi Terkini dan Harapan Warga Blang Cut
Kepala Desa Blang Cut, Muhammad Jamin, mengungkapkan bahwa kondisi gampong yang dipimpinnya masih sangat memprihatinkan. Banyak rumah warga masih tertimbun lumpur dengan ketinggian yang bervariasi, menyulitkan upaya pembersihan secara mandiri. Sebanyak 435 jiwa penduduk di Gampong Blang Cut terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak layak huni akibat timbunan lumpur. Mereka mengungsi ke Komplek Kantor Bupati Pidie Jaya pada malam hari dan kembali ke kampung pada siang hari untuk melihat kondisi rumah.
Jamin menambahkan bahwa saat ini berbagai pihak sedang berupaya membersihkan akses jalan yang juga tertimbun lumpur menggunakan alat berat. Namun, ia sangat berharap agar alat berat juga dapat segera dikerahkan untuk mengeruk dan mengangkut lumpur dari pekarangan rumah warga. Hal ini akan sangat membantu masyarakat dalam membersihkan sisa lumpur di dalam rumah mereka.
Kesulitan Warga dalam Pembersihan Mandiri
Warga terdampak bencana di Pidie Jaya menghadapi tantangan besar dalam membersihkan rumah mereka sendiri. Rohana, seorang warga Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, menyampaikan bahwa ia dan suaminya berjuang membersihkan lumpur setinggi sekitar 1,5 meter di dalam rumahnya. Namun, upaya mereka menjadi sia-sia saat hujan turun, karena air kembali masuk ke dalam rumah akibat posisi tanah di luar yang lebih tinggi karena timbunan lumpur.
Rohana juga mengungkapkan bahwa mereka tidak memiliki biaya untuk membayar tenaga pembersih, sebab semua harta benda di rumah sudah tidak bisa digunakan lagi. Kondisi ini menyoroti kebutuhan mendesak akan bantuan alat berat untuk mengeruk lumpur di halaman rumah. Tanpa pengerukan lumpur di luar rumah, air akan terus masuk ke dalam saat dibersihkan, membuat proses pemulihan menjadi sangat sulit.
Desakan Bantuan Alat Berat dan Relawan
Masyarakat Pidie Jaya sangat mengharapkan adanya tambahan alat berat untuk membersihkan rumah-rumah yang paling parah tertimbun lumpur banjir bandang. Selain itu, bantuan cangkul, sekop, dan gerobak tangan juga sangat dibutuhkan untuk membantu warga dalam membersihkan sisa-sisa lumpur di dalam rumah. Keuchik Muhammad Jamin juga berharap akan ada relawan yang ikut membantu proses pembersihan ini.
Harapan besar ini juga didasari oleh keinginan warga untuk dapat kembali menempati rumah mereka sebelum bulan Ramadhan tiba. Mereka berharap dapat menjalankan ibadah puasa di rumah sendiri, meskipun dalam kondisi yang serba terbatas. Percepatan penanganan ini krusial untuk memulihkan kondisi psikologis dan fisik masyarakat pascabencana.
Sumber: AntaraNews