Warga terdampak banjir bandang membersihkan lumpur dari rumah dan harta benda mereka di Desa Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (05/12/2025). (AFP/ Ahmad Ridwan Nasution)
Warga terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera mulai membersihkan permukiman mereka dari tumpukan lumpur tebal yang masih menyelimuti rumah-rumah setelah bencana melanda beberapa minggu lalu.
Material lumpur dengan ketebalan hingga 80 sentimeter membuat proses pemulihan berjalan lambat. Banyak warga kehilangan harta benda, sementara lingkungan sekitar masih dipenuhi sisa-sisa material banjir yang sulit diangkat secara manual.
Di tengah keterbatasan, masyarakat tetap berupaya memulihkan tempat tinggal masing-masing. Mereka membutuhkan dukungan alat berat untuk mengangkut lumpur, pasokan air bersih, peralatan kebersihan, serta bantuan kebutuhan pokok untuk menunjang aktivitas harian selama masa pemulihan berlangsung.
Warga terdampak banjir bandang membersihkan lumpur dari rumah dan harta benda mereka di Desa Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (05/12/2025). AFP/ Ahmad Ridwan Nasution
Seorang anak membersihkan di lumpur di rumahnya di daerah terdampak banjir di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Jumat (05/12/2025). AFP/ Amanda Jufrian
Warga berlumuran lumpur saat membersihkan lumpur di rumahnya di daerah terdampak banjir di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Jumat (05/12/2025). AFP/ Amanda Jufrian
Warga membersihkan barang-barangnya dari rumahnya yang rusak akibat banjir bandang di Garoga, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (04/12/2025). AFP/ YT Hariono
Seorang anak duduk di sofa berlumpur di antara barang-barangnya di daerah terdampak banjir di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (05/12/2025). AFP/ Amanda Jufrian
Seorang warga mengumpulkan barang-barangnya dari rumahnya yang rusak parah akibat banjir bandang di Garoga, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (04/12/2025). AFP/ YT Hariono
Warga berkumpul di depan rumah mereka yang rusak akibat banjir bandang di Garoga, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (04/12/2025). AFP/ YT Hariono